Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian hari terakhir terhadap Veronica Beatrix Jessica (23), korban kapal pinisi Feronia tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (19/10/2026).
Untuk efektifitas operasi SAR tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo melarang kapal wisata melintasi area yang menjadi area pencarian Jessica. Wisatawan juga dilarang beraktivitas di perairan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Area di TN Komodo yang harus dihindari kapal wisata selama operasi SAR itu yakni perairan Batu Bolong, perairan Mawan, perairan Siaba Kecil, perairan Siaba Besar, dan perairan Tatawa Kecil.
Larangan itu berlaku pukul 07.00-17.00 Wita. KSOP Kelas III Labuan Bajo telah mengeluarkan (Notice to Marinners (NtM) pemberitahuan kepada nakhoda kapal.
"Dalam rangka kelancaran serta efektivitas proses pencarian dan pertolongan korban KM. Feronia yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2026, pukul 07.00 s.d. 17.00 Wita, maka diimbau kepada seluruh nakhoda kapal untuk menghindari dan tidak melakukan aktivitas wisata pada perairan Batu Bolong, perairan Mawan, perairan Siaba Kecil, perairan Siaba Besar, dan perairan Tatawa Kecil," demikian isi NtM KSOP Kelas III Labuan Bajo tersebut.
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Labuan Bajo Slamet Pujianta membenarkan larangan kapal wisata melintasi area yang menjadi lokasi pencarian Jessica.
"Sesuai isi NtM," kata Slamet dikonfirmasi Minggu (18/10/2026) malam.
Pencarian Jessica sudah berlangsung enam hari hingga Minggu (18/10/2026). Korban maupun bangkai kapal belum ditemukan.
7 Jam Memindai Jessica di Ruang Gelap Kapal Perang TNI AL
Pusat Informasi Tempur (PIT) KRI Pulau Fani-731, ruangan gelap operasikan sonar pencarian korban pinisi Feronia tenggelam di perairan Batu Bolong, TN Komodo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (18/10/2026) (Ambrosius Ardin) |
Sudah dua hari kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Pulau Fani-731, ikut mencari Jessica, yakni mulai 17-18 Oktober 2026. Kapal perang pemburu ranjau berusia tiga tahun buatan itu memindai korban dan bangkai kapal di bawah laut menggunakan sonar SIMET 7123 MK II.
Jangkauan pemindaian sonar hingga kedalaman 300 meter. Fokus pemindaian di perairan Batu Bolong dan sekitarnya, lokasi kapal tenggelam. Pemindaian sonar dioperasikan dari ruang gelap berukuran sekitar 4x7 meter di dek paling atas kapal buatan Jerman tersebut.
Ruangan itu berada di belakang anjungan kapal tersebut. Ruangan operasikan sonar itu merupakan Pusat Informasi Tempur (PIT) KRI Pulau Fani-731.
detikBali berkesempatan memasuki ruangan tersebut, Minggu (18/10/2026) siang. Wartawan diizinkan mengambil gambar dan merekam video kecuali layar monitor operasi sonar.
Dalam ruangan gelap tersebut terdapat enam layar monitor. Ada tiga layar monitor yang digunakan saat pemindaian sonar untuk pencarian Jessica. Tiga perangkat lainnya tidak digunakan. Tiap layar monitor dioperasikan satu orang prajurit TNI AL.
Komandan KRI Pulau Fani-731, Letkol Laut (P) Indra Julia Purnomo bersama Forkompinda Kabupaten Manggarai Barat sempat melihat langsung pengoperasian donar di PIT KRI Pulau Fani-731 tersebut. Pencahayaan dalam ruangan itu berasal dari layar monitor.
Pemindaian untuk area bawah laut yang sudah ditentukan dalam satu hari berlangsung selama tujuh jam. Operator akan bergantian melakukan pemindaian sonar.
"Tujuh jam," ujar salah satu operator. Dia terlihat fokus mengamati layar monitor di depannya. Dua operator lainnya berada di sisi kirnya.
Pemindaian oleh sonar KRI Pulau Fani-731 berlangsung pada pukul 10.00-17 Wita. Komandan KRI Pulau Fani-731, Letkol Laut (P) Indra Julia Purnomo mengatakan pemindaian harus dilakukan dengan sabar.
Apalagi perairan Baru Bolong memiliki arus kuat dan kontur bawah laut yang kompleks. Terdapat Palung laut di perairan Batu Bolong dan sekitarnya.
"Arus kencang, kontur, harus sabar melakukan pemindaian," ujar Indra dalam ruang PIT tersebut.
Hingga pukul 17.00 Wita, pencarian belum membuahkan hasil. Jessica dan bangkai kapal belum ditemukan. Pencarian Jessica dilanjutkan besok atau hari terakhir operasi SAR.
Warga Labuan Bajo Doakan Jessica
Keluarga, personel tim SAR gabungan, pelaku wisata dan puluhan warga Kota Labuan Bajo ikut mendoakan Jessica. Doa bersama ini digelar di pelabuhan Marina Labuan Bajo, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 23 00 Wita.
Mereka menyalakan lilin, menyanyikan sejumlah lagu rohani dan memanjatkan doa agar Jessica bisa ditemukan. Suasana haru terlihat selama doa berlangsung.
Ibunda Jessica tak kuasa menahan air mata. Sambil memegang lilin di tangannya, dia terlihat menangis. Sejumlah anggota keluarga Jessica dan warga Labuan Bajo juga tampak menangis.
Seorang warga yang ikut doa bersama itu berharap Jessica bisa ditemukan.
"Kita mendoakan semoga Jessica bisa ditemukan," ujarnya
(nor/nor)
