detikBali

Koster Klaim Kelangkaan BBM Tak Ganggu Pariwisata Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan

Koster Klaim Kelangkaan BBM Tak Ganggu Pariwisata Bali


Fabiola Dianira - detikBali

Gubernur Bali Wayan Koster saat ditemui di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Gubernur Bali Wayan Koster saat ditemui di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster mengeklaim kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tidak mengganggu sektor pariwisata di Pulau Dewata. Dia menyebut jumlah penerbangan internasional dan kunjungan wisatawan mancanegara pada Oktober 2026 justru meningkat, meski pelaku usaha wisata mengeluhkan dampak kelangkaan BBM terhadap operasional mereka.

"Nggak, saya cek hariannya jumlah pesawat mancanegara wisatawan mancanegara Oktober ini naik, ya," ujarnya, Senin (19/10/2026).

Koster mengatakan peningkatan juga terjadi pada penerbangan domestik. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kelangkaan BBM tidak mengganggu sektor pariwisata Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian domestiknya juga naik, nggak ada masalah terhadap pariwisata," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, sejumlah driver dan pemilik agen wisata mengeluhkan kelangkaan BBM di Bali yang berdampak pada operasional usaha pariwisata, terutama layanan transportasi dan tur.

Gustu Kompyang, driver sekaligus tour guide Mister Bali Tour & Travel, mengatakan kelangkaan BBM membuat pihaknya tidak bisa menjemput tamu sesuai jadwal. Bahkan, ia terpaksa membatalkan beberapa pemesanan.

Senada dengan itu, Gede Eli Putrawan, pemilik Bali Nugraha Tour & Travel, mengatakan kelangkaan BBM membuat waktu operasional kendaraan bertambah. Driver juga harus berkeliling mencari SPBU.

Stok BBM Bali Diklaim Aman

Di tengah keluhan pelaku usaha wisata, Koster memastikan stok BBM jenis Pertalite di Bali aman. Saat ini, stok Pertalite mencapai 30 juta liter dan Pertamax 10 juta liter. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 12 hari ke depan.

"Stoknya kan sampai 12 hari. 30 juta liter untuk Pertalite. Pertamax 10 juta liter," kata Koster.

Koster juga memastikan pasokan BBM di Bali saat ini sudah kembali normal. Ia mengakui sebelumnya masih ada sejumlah SPBU di Buleleng dan Karangasem yang kehabisan stok BBM. Namun, pasokan telah dikirimkan ke wilayah tersebut.

"Karangasem di beberapa SPBU itu habis, tapi sudah di-drop sana. Sudah, sudah di-dropin semua, nggak ada lagi (antrean)," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan meningkatkan cadangan BBM di Bali dari 11-12 hari menjadi 15 hari.

"Sekarang cadangan di Bali 11 - 12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah 7 untuk mensuplai," katanya.

Bahlil menambahkan stok BBM jenis lainnya di Bali juga berada di atas standar nasional. Khusus solar, cadangan tersedia untuk lebih dari enam hari.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, memastikan pasokan Pertamax di Bali terus ditambah. Pertamina telah menerima satu kapal pengangkut Pertamax dan dijadwalkan kembali menerima pasokan pada Selasa (20/10/2026).

"Pertamax ini kemarin kami sudah menerima kapal kargo Pertamax dan besok akan tiba lagi kargo Pertamax," tuturnya.

Selain pasokan ke SPBU, Pertamina juga akan memaksimalkan distribusi Pertamax ke Pertashop pada hari ini.

"Hari ini tadi kami juga sudah melaporkan bahkan tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan di hari ini," katanya.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads