Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mendapatkan insentif Rp 10,5 miliar dari empat penghargaan berbeda di tingkat nasional. Sebanyak Rp 600 juta di antaranya diberikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram.
Kepala DLH Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan insentif sebesar Rp 600 juta itu akan langsung dimanfaatkan untuk memperkuat infrastruktur kebersihan. Alokasi tersebut akan dibagi dalam beberapa pos prioritas, mulai dari pengadaan armada hingga penataan ruang hijau.
"Rinciannya kami gunakan untuk membeli satu mobil pikap senilai Rp 350 juta, pengadaan tempeh dedoro sekitar Rp 150 juta, dan sisanya dialokasikan untuk pembangunan taman di Dasan Cermen," kata Nizar saat diwawancarai, Selasa (29/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu mobil pikap yang baru akan dipakai untuk mengangkut kompos dari masing-masing tempah dedoro. Akan dibangun sebanyak 83 tempat dedoro dengan anggaran Rp 150 juta.
"Untuk sekarang kami sudah punya 1.300 tempah dedoro di Kota Mataram. Target kami 8.000 tempah dedoro dengan satu lingkungan minimal 20 titik," tutur Nizar.
Menurut Nizar, ribuan tempah dedoro ini cukup berdampak signifikan untuk mengurangi sampah organik sebesar 4-5 ton sampah per hari.
Seperti diketahui, Pemkot Mataram mendapatkan insentif sebesar Rp 10,5 miliar dari pemerintah pusat karena berhasil meraih sejumlah penghargaan. Insentif itu akan dipergunakan untuk sejumlah pos.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana menuturkan penggunaan insentif sebesar Rp 10,5 miliar tersebut telah diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Total alokasi yang kami terima Rp 10,5 miliar. Nantinya (alokasi) itu akan mendukung sektor-sektor prioritas, sesuai dengan kategori penghargaan yang diraih kota," katanya.
Mohan memerinci, insentif senilai Rp 10,5 miliar ini nantinya diperuntukkan untuk pengolahan sampah dan lingkungan sebesar Rp 2 miliar, kategori program 3 juta rumah sebesar Rp 6 miliar, layanan kesehatan Rp 1,5 miliar, dan kategori pendidikan Rp 1 miliar.
(iws/iws)