detikBali

1.000 Ton Sampah Warga Numpuk, Pemkot Mataram Siapkan Lahan di Bintaro

Terpopuler Koleksi Pilihan

1.000 Ton Sampah Warga Numpuk, Pemkot Mataram Siapkan Lahan di Bintaro


Nathea Citra - detikBali

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi
Foto: Nathea Citra
Mataram -

Ribuan ton sampah warga Kota Mataram menumpuk dan tak bisa dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Lombok Barat, pasca pembatasan ritase. Volume sampah yang mengendap di TPS Bintaro, Ampenan diperkirakan telah menyentuh 1.000 ton sampah.

"Kalau ditotal sama yang mengendap mungkin sekitar 1.000 ton lah yang ada di Bintaro," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).

Nizar menjelaskan, fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram saat ini ialah memanfaatkan area TPS Bintaro seluas 28 are untuk menampung sampah warga Kota beberapa bulan ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Pembuangannya) kita fokuskan dulu di Bintaro, karena lahannya cukup luas di situ. Ada sekitar 28 area. Dan area itu sudah kita pagar keliling. Insya Allah kita tamping dulu semuanya di situ," terangnya.

Jika nantinya sampah warga Kota Mataram tak bisa lagi tertampung di TPS Bintaro, Ampenan, DLH Mataram menyiapkan opsi lain untuk menampung sampah warga Mataram. TPS Sandubaya disiapkan sebagai lokasi cadangan jika terjadi overload di TPS Bintaro.

ADVERTISEMENT

"Kalau pun penuh, baru kita alihkan ke Sandubaya," jelas Nizar.

Selama pembatasan ritase, DLH Mataram hanya bisa mengirim sekitar 100 ton sampah warga Mataram ke TPA Kebon Kongok, dengan pengiriman satu ritase. Sementara ada 200 ton lebih sampah yang terpaksa ditampung di TPS Bintaro karena pembatasan ritase.

"Sekitar 100 ton lah, kita perkirakan (yang kita kirim per hari). Ini baru (perkiraan) seminggu," ucapnya.

Sebagai informasi, dalam sehari Kota Mataram membuang sampah ke TPA Kebon Kongok sebanyak 4 ritase. DLH Mataram memiliki 32 dam truk untuk mengangkut sampah warga Mataram menuju TPA. Dalam satu ritase, satu truk bisa mengangkut sekitar 8 ton sampah. Jika normal 4 ritase, 32 dam truk tersebut membawa sekitar 256 ton sampah per hari.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB resmi menunda rencana perluasan TPA Kebon Kongok di Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Proyek tersebut ditunda hingga 2027 lantaran keterbatasan anggaran.

"Proyek perluasan landfill (area penimbunan) TPA Kebon Kongok sebenarnya membutuhkan alokasi dana sebesar Rp 35 miliar," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Didik Mahmud Gunawasan Hadi, sebelumnya.

"Karena tidak ada anggaran, mudah-mudahan tahun depan," imbuhnya.

Sebagai langkah darurat, Pemprov NTB mengambil kebijakan dengan membatasi pasokan sampah yang masuk ke TPA Kebon Kongok. Kuota harian yang semua mencapai 450 ton sampah per hari kini dipangkas menjadi hanya 200 ton per hari.

Kebijakan ini pun berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di Mataram. Walhasil, Pemkot Mataram terpaksa membatasi ritase pembuangan sampah ke TPA.



(mud/mud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads