detikBali

Khairunnisa, Qoriah NTB Penyabet Juara 1 MTQ Nasional

Terpopuler Koleksi Pilihan

Khairunnisa, Qoriah NTB Penyabet Juara 1 MTQ Nasional


Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikBali

Khairunnisa, qoriah kebanggaan NTB penyabet juara 1 cabang qiraat mujawwad dewasa pada ajang MTQ Nasional ke-31 saat diwawancarai di Mataram, Senin (21/9/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Foto: Khairunnisa, qoriah kebanggaan NTB penyabet juara 1 cabang qira'at mujawwad dewasa pada ajang MTQ Nasional ke-31 saat diwawancarai di Mataram, Senin (21/9/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Senyum gembira terpancar dari wajah Khairunnisa. Qoriah kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini baru saja mengukir prestasi manis dengan menyabet juara 1 cabang qira'at mujawwad dewasa pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Nisa, sapaannya, bercerita ada perjuangan berat di balik merdunya lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan saat lomba. Demi tampil prima di panggung utama, Nisa rela menahan diri dari minuman es dan gorengan.

"Tentu ada tantangannya karena kita harus selalu menjaga kondisi ya, terutama kalau di tilawah itu kan tidak bisa makan es, jadi puasa es dan puasa gorengan selama 2 bulan. Itu lumayan sulit," kata Nisa sembari tersenyum saat ditemui di Mataram, Senin (21/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum tampil di MTQ Semarang, Nisa terlebih dahulu mengikuti program pembinaan di Training Center (TC) yang jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Nisa mengikuti TC selama dua minggu dalam dua tahap di Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) NTB.

ADVERTISEMENT

Bahkan, saat jeda latihan di LPTQ, latihan tetap dilakukan secara mandiri. Bahkan, Nisa dan kontingen NTB tetap wajib melakukan program TC secara online selama 10 hari selama di rumah sebelum terbang ke Semarang.

"Jadi, walaupun sudah pulang, kita tetap TC online selama 10 hari. Jadi benar-benar intens dan hasilnya jauh lebih maksimal dibanding sebelumnya," ungkap Nisa bersyukur.

Menyabet juara 1 MTQ Nasional ke-31 Semarang bukanlah akhir bagi Nisa. Pada Oktober 2026, Nisa bakal bertolak ke Malaysia menjadi wakil resmi Indonesia di ajang MTQ Internasional Kuala Lumpur.

"Jadi sekarang pun tetap harus menjaga kondisi dan melanjutkan latihan. Nanti ada pembinaan lagi dari Ketua LPTQ. Sebelum berangkat, mungkin dua hari kita akan diinapkan untuk pemantapan latihan baru kemudian berangkat ke tingkat internasional," jelas Nisa optimis.

Siapkan Bonus

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, berjanji akan memberikan bonus setara atlet untuk para juara ajang MTQ Nasional ke-31 di Semarang. NTB meraih peringkat kesembilan nasional dalam ajang itu.

Iqbal bakal mengumumkan besaran nominal bonus yang diberikan pada lain waktu. Meski belum diketahui jumlahnya, Iqbal memastikan jumlah yang akan diterima para juara sangat menjanjikan.

"Apresiasi bagi pejuang Al-Qur'an ini dipastikan setara dengan atlet cabang olahraga. Kami ingin memperlakukan anak-anak muda kita yang memiliki prestasi di bidang kajian Al-Qur'an ini mendapatkan penghargaan yang setara dengan prestasi di bidang lain. Artinya ini tidak lagi hanya atlet yang mendapat apresiasi," tegas Iqbal.

Capaian di Semarang, Iqbal berujar, menjadi angin segar sekaligus momentum kebangkitan NTB yang pernah dikenal sebagai kandidat juara MTQ nasional pada era 1980-an.

"Alhamdulillah sekarang kita sudah kembali lagi ke urutan 9 dan masuk 10 besar dengan 34 poin. Cita-cita kita dari awal ingin melihat prestasi MTQ kita kembali seperti masa-masa tahun 80-an, di mana kita jadi salah satu provinsi yang disegani," ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan posisi NTB sempat melorot ke peringkat 23 pada gelaran sebelumnya di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2022. Namun, kontingen NTB kini berhasil menembus posisi sembilan besar nasional dengan torehan 34 poin.

"Kami apresiasi setinggi-tingginya dan memastikan para qori serta qoriah berprestasi akan menerima bonus spesial dari pemerintah daerah," tegas Iqbal.

Iqbal mengatakan lonjakan prestasi ini tidak lepas dari kerja keras LPTQ NTB dalam membenahi sistem pembinaan. Sebelumnya, TC hanya digelar singkat selama empat hari. Kini para peserta digembleng intensif selama 40 hari di Mataram sebelum bertolak ke Semarang.

"Dahulu kan tahu-tau sudah lomba di tingkat kabupaten. Kalau zaman kita dahulu dari desa dan kecamatan sehingga talent yang tersembunyi ini kelihatan. Itu proses talent scouting-nya yang harus diperbaiki," ungkap Iqbal.

Menurut Iqbal, banyak qori hebat asal NTB yang justru membela daerah lain karena minimnya perhatian di masa lalu. Salah satunya adalah Samsuri Firdaus, juara tilawah dewasa putra yang merupakan anak didik pelatih NTB, Ustaz Sahril, tetapi kemudian membela DKI Jakarta.

"Dia (Samsuri) juara di DKI, tetapi tetap membawa nama baik NTB. Tidak apa-apa dia tetap melakukan syiar walaupun ikut dari daerah lain," tegas Iqbal.

Tidak berhenti di peringkat 9, Iqbal mematok target lebih tinggi untuk ajang MTQ Nasional berikutnya. Ia ingin NTB secara konsisten merangkak naik ke papan atas.

"Target MTQ berikutnya tidak boleh turun dari ranking 9 inilah, minimal 9, syukur-syukur bisa masuk 5 besar dahulu. Paling tidak itu karena yang kita hadapi ini kan provinsi yang selama berpuluh-puluh tahun konsisten melakukan pembinaan," terang Iqbal.

Pemprov NTB pun telah mendeklarasikan komitmen besar untuk menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur'an. Iqbal pun berjanji akan memperbanyak kajian-kajian Al-Qur'an dan pembinaan bakat yang ada di NTB

"Kami sudah declare bahwa ke depan kalau Aceh itu Serambi Makkah, kami mau jadi Serambi Al-Qur'an," jelas Iqbal.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads