Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana menata belasan lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram yang cuku lama terbengkalai. Penataan ini difokuskan pada pemasangan rolling door dan kanopi.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Irwan Harimansyah menjelaskan, penataan belasan lapak di kawasan Teras Udayana tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 juta. Anggaran penataan ini bersumber dari APBD perubahan.
"Nanti mau diganti penutupnya pakai rooling door sama dipasang kanopi, supaya tidak kena hujan. Ini untuk penataan saja," kata Irwan, saat diwawancarai, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita usulkan sekitar Rp 200 juta (di APBD perubahan)," jelasnya.
Menurut Irwan, penataan ini dilakukan agar fasilitas dan aset Pemkot Mataram yang ada di Teras Udayana tak lagi terbengkalai dan rusak akibat cuaca ekstrem.
"Supaya aset-aset itu bisa dimanfaatkan. Artinya bisa maksimal. Kalau hujan kan kena semua (karena nggak ada kanopinya)," ungkapnya.
Di sisi lain, Irwan menyebut potensi penarikan retribusi sewa lapak di Teras Udayana akan diserahkan sepenuhnya kewenangan dan pengelolaanya ke Dinas Pariwisata (Dispar) Mataram.
"Kami serahkan ke Dinas Pariwisata (penarikan retribusi)," tandasnya.
Sebagai informasi, fasilitas bangunan lapak yang ada di Teras Udayana dengan anggaran senilai Rp 1,6 miliar hingga kini tak kunjung beroperasi, bahkan terkesan terbengkalai. Belasan lapak berukuran 4x4 meter hingga kini tampak tak berpenghuni. Beberapa lapak bahkan terlihat kotor dan mulai rusak karena tak pernah digunakan.