Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), heboh dan menuai sorotan. Musababnya, qori yang juara umum mendapat amplop kosong, sementara peringkat tiga cuma Rp 100 ribu.
Kejadian itu langsung diungkap pihak keluarga peraih juara melalui sosial media (medsos) Facebook Iwannda Kole. Pemilik akun kecewa kepada panitia, terlebih peraih juara MTQ berasal dari keluarga kurang mampu.
"Memang keluarga kami ekonominya di bawah rata-rata, tetapi tidak seharusnya kalian mempermainkan seperti itu," tulis Iwannda dikutip detikBali, Minggu (20/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwannda meminta kepada panitia untuk meninjau kembali hadiah yang diberikan kepada juara MTQ tingkat Kecamatan Ambalawi, yakni amplop kosong dan hadiah Rp 100 ribu. Terlebih, sepengetahuan Iwannda, anggaran MTQ mencapai Rp 22 juta dan ditambah Rp 5 juta dari Bupati Bima, Ady Mahyudin.
"Entah ini sengaja atau keliru memberikan hadiah. Yang jelas ini bukan sekadar penghinaan, tetapu murni penipuan," ungkap Iwannda.
Informasi yang dihimpun detikBali, Qori yang juara umum yang mendapatkan amplop kosong bernama Mulyadin. Sementara Qori yang meraih juara tiga mendapat hadiah Rp 100 Ribu bernama Arif Rahman.
Camat Ambalawi, Arysad, menbenarkan hal itu. Arysad mengklaim tidak ada unsur kesengajaan, tetapi murni kelalaian serta miskomunikasi panitia.
"Atas nama panitia kami sampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya," kata Arysad.
Arysad mengungkapkan juara umum MTQ perseorangan mendapat hadiah satu kulkas. Agar tak dobel, hadiah uang dalam amplop dikosongkan. Namun, saat penyerahan, tidak disampaikan sehingga muncul kesan tidak baik.
"Sedangkan pemberian hadiah Rp 100 ribu lantaran keterbatasan anggaran," terang Arysad.
Anggaran pelaksanaan MTQ 2026, tutur Arysad, menghabiskan Rp 20 hingga Rp 30 Juta. Selain untuk hadiah, dana digunakan untuk kebutuhan dewan hakam (juri MTQ) serta operasional, seperti makan minum, sewa kursi, tenda, sound system dan listrik selama kegiatan.
"Untuk dana Rp 5 juta sumbangan dari Bupati Bima digunakan panitia untuk biaya tambahan kegiatan dan operasional," jelas Arysad.
(iws/iws)