detikBali
Regional

Cerita Penumpang KM Virgo Selamatkan Diri Saat Kapal Terbalik

Terpopuler Koleksi Pilihan
Regional

Cerita Penumpang KM Virgo Selamatkan Diri Saat Kapal Terbalik


Khairun Nisa - detikBali

Ahmad Saudi, korban selamat Kapal Virgo Transport 8.
Foto: Ahmad Saudi, korban selamat Kapal Virgo Transport 8. (Khairun Nisa/detikKalimantan)
Banjarmasin -

Seorang penumpang KM Virgo Transport 8, Ahmad Saudi, selamat dalam kecelakaan kapal tersebut. Ahmad menceritakan pengalamannya menyelamatkan diri dari insiden tersebut.

Ahmad menuturkan dirinya awalnya sedang tertidur di KM Virgo Transport 8. Ahmad kemudian terbangun karena mendengar suara penumpang berlarian. Ia baru mengetahui kapal miring setelah bertanya kepada penumpang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad kala itu terbangun dari tidur sekitar pukul 01.30 Wita. Kondisi kapal waktu itu sudah sangat miring ke arah kiri. Ia pun lantas meninggalkan seluruh barang bawaan dan segera menuju ke tempat aman.

Di sana, Ahmad berjuang menyelamatkan diri sendiri. Ia berpegangan pada tiang dan mengikuti arah miringnya kapal. Saat kapal sudah mulai terbalik, ia pun berusaha keluar dari badan kapal dan mencari tempat selamat.

ADVERTISEMENT

"Beruntung saat itu keluar perahu karet dari kapal, perahu karet itu berwarna oranye yang muat untuk 15 orang. Jadi kami berlima belas itu laki-laki semua, pokoknya hanya untuk 15 tidak boleh lebih," tutur Ahmad, Minggu (13/9/2026) dilansir dari detikKalimantan.

Di dalam perahu karet itu, Ahmad bersama 14 orang lainnya menunggu bantuan. Saat itu, Ahmad melihat langit masih dalam kondisi gelap. Ia ingat temannya yang berada di dalam perahu karet itu semuanya berisikan pria dewasa.

Ahmad mengaku sempat ingat dengan teriakan ibu-ibu yang berada di dalam kamar kapal. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menyelamatkan diri sendiri serta meninggalkan semua barangnya.

"Tidak bawa apa pun. Hanya diri sendiri dan dompet di kantong. HP dan tas sudah ditinggal saja di kapal," tutur Ahmad.

Ahmad mengungkapkan penumpang sudah waswas merasakan ombak sangat besar sejak awal perjalanan. Namun, para penumpang tak menerima informasi soal kondisi terkini kapal. Ahmad menyayangkan hal tersebut.

"Kami menyayangkan tidak adanya alarm peringatan yang berbunyi, namun memang saat itu dari awal naik sudah berasa ombaknya besar menghantam kapal," ungkap Ahmad.

Ahmad dan puluhan korban lain masih menunggu di Pelabuhan Trisakti untuk bisa mengabari sanak saudara. Dalam insiden itu, Ahmad mengalami kerugian materiel hingga puluhan juta karena busnya tenggelam, tetapi yang terpenting nyawanya tertolong.

"Ruginya itu bus saya tidak bisa diselamatkan, tetapi yang penting saya masih selamat," ungkap Ahmad.

Artikel ini telah tayang di detikKalimantan. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads