detikBali

Bandara Larantuka Ditutup Imbas Erupsi Lewotolok, 102 Penumpang Terdampak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bandara Larantuka Ditutup Imbas Erupsi Lewotolok, 102 Penumpang Terdampak


Yurgo Purab - detikBali

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, kembali erupsi pada pukul 10.18 Wita, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Dok. PVMBG)
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, kembali erupsi pada pukul 10.18 Wita, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Dok. PVMBG)
Flores Timur -

Operasional penerbangan di Bandara Gewayantana Larantuka, Flores Timur, ditutup sementara imbas erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini. Ratusan penumpang terdampak penutupan penerbangan di bandara tersebut.

Kepala Bandara Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito, mengungkapkan penutupan dilakukan lantaran ruang udara di kawasan bandara terdampak sebaran abu vulkanik. Puguh mengatakan sebanyak 102 penumpang gagal terbang akibat penutupan operasional penerbangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data ASHTAM terkini Lewotolok pagi ini, wilayah udara Larantuka terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok," kata Puguh saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (12/9/2026).

Puguh merinci ratusan penumpang yang gagal terbang tersebut terdiri dari rute Kupang-Larantuka sebanyak 48 penumpang. Kemudian, rute penerbangan Larantuka-Kupang sebanyak 54 penumpang.

ADVERTISEMENT

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, mengungkapkan Gunung Ile Lewotolok kembali erupsi pagi ini pukul 10.18 Wita. Menurutnya, gunung tersebut memuntahkan kolom abu 700 meter di atas puncak.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter (mm) dan durasi kurang lebih 1 menit 36 detik," ujar Yeremias dalam keterangan resmi, Sabtu.

Yeremias mengatakan saat ini Gunung Ile Lewotolok berada pada status level II Waspada. Ia mengimbau masyarakat hingga pendaki agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2-3 kilometer sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," pungkasnya.

Sebelumnya, Gunung Ile Lewotolok juga dilaporkan meletus sebanyak 369 kali dalam 24 jam terakhir pada Jumat (11/8/2026), pukul 00.00-24.00 Wita. Letusan disertai dentuman lemah hingga kuat. Teramati lontaran material pijar ke barat daya 100 meter dan barat 200 meter dari bibir kawah serta aliran lava baru ke tenggara teramati 700 meter dari bibir kawah.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads