detikBali

Kondisi Terkini 352 Siswa Keracunan MBG di Lombok, 1 Masih Dirawat Intensif

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kondisi Terkini 352 Siswa Keracunan MBG di Lombok, 1 Masih Dirawat Intensif


Ahmad Viqi - detikBali

Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).
Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Tengah -

Kondisi Terkini 352 Siswa Keracunan MBG di Lombok, 1 Masih Dirawat Intensif

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Hamzi Fikri, mengungkap kondisi terkini ratusan siswa yang mengalami keracunan seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah. Fikri menyebut dari total 352 siswa yang keracunan, tersisa satu orang yang kini masih menjalani perawatan intensif.

"Kondisi semua kasus yang dipulangkan membaik karena dari sisi pelayanan sudah ditangani. Kasusnya sebagian besar ringan," ujar Fikri di Mataram, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fikri mengatakan ratusan siswa itu sempat ditangani di empat Puskesmas setempat. Sementara itu, satu siswa yang masih dirawat intensif saat ini berada di Puskesmas Mantang. Menurut Fikri, siswa tersebut mengalami gejala dehidrasi berat sehingga harus dipasangi infus.

"Satu masih dirawat di Puskesmas Mantang dan diinfus karena memang ada diare dan lemas," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Fikri membeberkan menu MBG yang mengakibatkan ratusan siswa tersebut keracunan mencakup kulit kebab, stik tempe, selada, hingga ayam sautis. Gejala yang dialami para siswa antara lain mual, muntah, mulas, lemas, sesak napas, hingga diare.

Adapun korban keracunan ini tersebar di lima satuan pendidikan di wilayah Batukliang dan Pringgarata, yaitu SD Negeri 2 Lendang Tampel, SD Negeri Beban, SD Negeri Rapo Puyung, SD Negeri Mertak Kesambi, dan salah satu MTs di Batukliang.

Fikri mengatakan Balai Besar POM (BBPOM) Mataram bersama Dinkes NTB telah mendatangi SPPG menguji sampel makanan yang meracuni ratusan siswa itu. Menurutnya, uji laboratorium terhadap sampel makanan bertujuan untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.

"Sekarang masih proses pengujian," katanya.

Sebelumnya, komite sekolah dan orang tua siswa SDN Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, bersepakat menolak pemberian menu MBG secara permanen. Kesepakatan itu diambil setelah dugaan keracunan yang dialami 352 siswa pada Jumat (11/9) lalu.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads