Wali Murid SDN Beber Lombok Tengah Tolak Permanen MBG karena Trauma

Edi Suryansyah - detikBali
Senin, 14 Sep 2026 19:25 WIB
Foto: Ketua Komite SDN Beber, Surya Darmawan, saat ditemui awak media di SDN Beber. (Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Ketua Komite SDN Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Surya Darmawan, menyampaikan alasan menolak penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara permanen. Menurutnya, seluruh murid dan orang tua mereka trauma berat akibat insiden keracunan yang terjadi, pada Jumat (11/9/2026).

"Secara pengalaman kejadian itu ada trauma yang luar biasa. Karena mungkin teman-teman media atau yang lain hanya mendengar cerita tidak menyaksikan sendiri kejadian hari itu," kata Surya kepada awak media di SDN Beber, Senin (14/9/2026).

Surya menjelaskan situasi para siswa saat kejadian. Ia menyebut, seluruh pihak yang ada di lokasi pada saat itu mengalami kepanikan cukup berat karena melihat secara langsung seperti apa para murid muntah, pingsan, dan tangisan di mana-mana.

"Kami di Komite karena tidak jauh dari sini saya ada di kejadian itu. Saya melihat sendiri anak-anak terkapar, bagaimana anak-anak terikat, bagaimana anak-anak muntah bagaimana anak-anak pingsan kami melihat sendiri," ujarnya.

Surya pun meminta pemerintah untuk mengerti seperti apa kondisi psikologis para wali murid sehingga memutuskan untuk tidak menerima MBG selanjutnya. Mengingat, para orang tua ini khawatir hal yang sama terulang kembali.

"Kalau itu terjadi pada anak kita sendiri, saya rasa akan memiliki perasaan yang sama," tegasnya.

Pihaknya pun tak yakin atas komitmen SPPG untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, meski mengapresiasi niat baik pemerintah.

"Saya yakin dari awal akan memberikan yang terbaik sebenarnya. Tapi pada kenyataannya kan terjadi seperti itu, sekarang kami dikasih janji dan itu tidak akan menjadi jaminan untuk tidak terulang lagi. Intinya kami sudah bersepakat untuk tidak menerima MBG selamanya," tutur Surya.

Sebagai solusi mencegah kejadian serupa terulang, dia melanjutkan, wali murid mengusulkan anggaran MBG disalurkan berupa uang tunai kepada penerima.

"Secara usulan kami kemarin, kalau bisa dikompensasi dalam bentuk uang, saya rasa secara realisasi akan sulit. Tapi terlepas dari itu, intinya pemberian makanan itu kami tidak terima lagi," pungkas Surya.



Simak Video "Video Prabowo: Anak-anak Harus Dapat Pendidikan yang Baik, MBG Saja Tak Cukup"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork