Dinas Kesehatan Dikes) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih menunggu hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, terkait penyebab keracunan 352 siswa di Kecamatan Batukliang, yang diduga berasal dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu, pada Jumat (11/9/2026).
"Masih belum keluar hasilnya niki (ini). Kami masih nunggu dari BPOM," kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansyah kepada detikBali, Senin (14/9/2026) via WhatsApp.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mamang menjelaskan seluruh sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan para siswa itu telah diamankan dan diserahkan ke BPOM Mataram untuk diuji. Ia menyebut biasanya hasil uji laboratorium itu keluar paling lama satu minggu.
"Biasanya paling lama seminggu dari pengiriman sampel baru keluar hasilnya," tegasnya.
Dinas Kesehatan pun meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil uji laboratorium keluar. Di sisi lain, ia menyebut telah mengerahkan tim untuk mengunjungi SPPG dan memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.
Sebelumnya, sebanyak 352 siswa dari sejumlah SD di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, diduga menjadi korban keracunan menu MBG. Sebagian besar telah pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Jumlah tersebut merupakan data korban yang telah terdeteksi hingga saat ini. Para siswa sebelumnya dilarikan ke sejumlah Puskesmas setelah mengalami keluhan seperti muntah-muntah dan pusing pada Jumat (11/9/2026) siang.