Polisi ringkus 18 remaja yang mengacungkan senjata tajam (sajam) sambil mengendarai motor di Bundaran Jempong, Kecamatan Sekarbela, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aksi para pelaku itu sebelumnya viral di media media sosial.
"Hari ini, sebanyak 18 orang yang kami amankan," kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra kepada detikBali, Jumat (11/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku berasal dari Lombok Barat dan Kota Mataram. Mereka masih di bawah umur. Usianya rata-rata 14 tahun hingga 16 tahun.
"Rata-rata masih berusia 14 tahun, 15 tahun, dan masih kelas 2 SMP," ucap dia.
Mereka kini diamankan di Polresta Mataram dan masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. Sementara, motif mereka membawa sajam dan berkeliling hanya untuk bergaya saja.
"Pengen gaya-gaya saja," sebutnya.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sajam. "Ada empat buah sajam tadi, mirip corbek gitu," katanya.
Diberitakan sebelumnya, video berdurasi 1 menit 7 detik yang dilihat detikBali memperlihatkan sekelompok pemuda memamerkan berbagai macam sajam sepanjang 1 meter. Pamer sajam itu mereka lakukan sambil melontarkan kata-kata kotor.
"We tandak aku (tandain wajah saya), tandak aku (tandain wajah saya)," kata salah satu pemuda dalam video tersebut.
Warga Mataram resah setelah video yang memperlihatkan aksi pemuda itu viral. Komala Dewi, salah satu warga Mataram, mengaku was-was jika nanti melintasi wilayah Kelurahan Jempong.
"Ya Allah, takut banget. Tadi sempat heboh di grup kantor. Kalau dilihat-lihat anak-anak ini bawa sajam banyak banget. Saya was-was mau keluar malam jadinya. Semoga bisa segera ditangkap," kata Komala saat diwawancarai.