detikBali

Istri Tolak Autopsi WN Australia dan 2 Anaknya yang Tewas di Legian

Terpopuler Koleksi Pilihan

Istri Tolak Autopsi WN Australia dan 2 Anaknya yang Tewas di Legian


Fabiola Dianira - detikBali

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Selasa (15/9/2026). (Fabiola Dianira)
Foto: Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Selasa (15/9/2026). (Fabiola Dianira)
Badung -

Istri warga negara (WN) Australia yang ditemukan tewas bersama dua anaknya di sebuah bungalow di Legian, Kuta, Badung, menolak dilakukan autopsi terhadap ketiga jenazah tersebut.

Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, sekaligus Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) kasus tersebut, dr Henky, mengatakan pihaknya menerima tiga jenazah yang terdiri dari seorang pria dewasa dan dua anak-anak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ketiga jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga pada Senin (14/9/2026) sore. Penyerahan tersebut dibuktikan dengan berita acara serah terima dari Polsek Kuta.

"Pagi hari ini kita konfirmasi kembali bahwa ketiga jenazah tersebut memang sudah diserahkan kepada pihak keluarga kemarin sore," kata Henky saat konferensi pers, Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa pihak keluarga, khususnya istri korban, memang menolak dilakukan autopsi terhadap ketiga jenazah tersebut.

"Ketiga jenazah tersebut sudah bisa diserahkan kepada keluarga korban setelah ada surat pernyataan dan penolakan untuk dilakukan autopsi," lanjutnya.

Henky mengatakan salah satu alasan keluarga menolak autopsi karena pria berusia 57 tahun yang diduga menjadi pelaku juga telah meninggal dunia.

"Karena sudah meninggal siapa lagi yang mau dituntut. Jadi artinya dari penyidik ya sudah SP3 mungkin," terangnya.

Sementara itu, Henky tidak dapat membeberkan hasil pemeriksaan luar terhadap ketiga jenazah karena merupakan bagian dari rahasia kedokteran.

Dia mengatakan rumah sakit juga belum menerima formulir dari keluarga yang mengizinkan informasi medis tersebut dirilis kepada publik.

"Ya, dari hasil pemeriksaan luar yang mohon maaf tidak bisa saya sampaikan di sini karena sudah saya jelaskan kemarin ini terkait dengan rahasia kedokteran. Artinya harus ada izin dari keluarga," imbuhnya.

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi medis ketiga jenazah hanya dapat disampaikan melalui surat resmi yang akan diberikan kepada kepolisian maupun keluarga jika diperlukan.

Terkait kondisi dua anak yang ditemukan dengan cairan atau lendir di bagian mulut, Henky mengatakan kondisi tersebut kurang lebih sesuai dengan apa yang terlihat saat jenazah ditemukan.

"Ya mungkin kondisinya kurang lebih seperti itu. Seperti apa yang terlihat pada saat rekan-rekan ada di TKP dan kemudian melihat kondisi jenazah di saat seperti itu," katanya.

Sebelumnya, seorang WN Australia berinisial SDJ (56) ditemukan tewas bersama kedua anaknya, ADS (6) dan LKS (4) di sebuah bungalow di Jalan Three Brothers, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

SDJ diduga membekap dan mencekik kedua anaknya hingga tewas sebelum kemudian mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Kedua anak SDJ ditemukan tewas tergeletak di dalam bungalow. Sementara SDJ ditemukan dalam kondisi tergantung.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads