Sebanyak 15 warga Kota Mataram digigit anjing sepanjang tahun ini. Dinas Pertanian Kota Mataram memastikan seluruh kasus tersebut dinyatakan negatif rabies.
Korban gigitan terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Hapiludin, mengatakan seluruh sampel dan hasil penanganan hewan penular rabies (HPR) yang terlibat dalam kasus gigitan anjing dinyatakan negatif rabies.
"Kemarin kami coba tanya ke puskesmas, ada beberapa kasus gigitan. Korban gigitan langsung diberi vaksin untuk antisipasi. Dan lokasi (keberadaan) anjingnya sudah dicari. Status gigitan ini negatif rabies," kata Hapiludin saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memperkuat pencegahan terhadap gigitan rabies di Kota Mataram, Pemkot Mataram telah melakukan penyuntikan sekitar 130-an dosis rabies kepada hewan rentan.
"Saat ini stok vaksin utama telah habis, kami tengah memproses pengajuan tambahan sebanyak 500 dosis vaksin baru," terangnya.
Hapiludin menjelaskan pengadaan vaksin baru disiapkan untuk menjaga ketersediaan stok dan mendukung pelaksanaan vaksinasi lanjutan. Pihaknya juga melakukan pemetaan di sejumlah wilayah dengan populasi hewan penular rabies yang cukup tinggi.
"Yang jadi atensi dan prioritas kami, Pagutan, Pagesangan, Tanjung Karang. Karena banyak laporan," jelasnya.