detikBali

Pemerintah Segera Bangun Huntara untuk Pengungsi Gempa Nagekeo NTT

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemerintah Segera Bangun Huntara untuk Pengungsi Gempa Nagekeo NTT


Yufengki Bria - detikBali

Tenaga Ahli BNPB, Marshda TNI (Pur) Oka Prawira bersama Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada saat konferensi pers di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Nagekeo, Jumat (4/9/2026).
Tenaga Ahli BNPB, Marshda TNI (Pur) Oka Prawira bersama Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada saat konferensi pers di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Nagekeo, Jumat (4/9/2026). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)
Nagekeo -

Pemerintah berencana segera membangun hunian sementara (huntara) bagi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal mengecek lokasi pembangunan hunian sementara tersebut.

"Sekarang ini pendataan rumah yang akan dijadikan tempat contoh pembangunan hunian sementara. Besok akan ditentukan lokasinya dan kami sudah menyampaikan juga ke atasan contoh huntaranya," ujar Tenaga Ahli BNPB, Marshda TNI (purn) Oka Prawira saat konferensi pers di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Nagekeo, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oka menjelaskan pembangunan dilakukan segera agar para pengungsi dialihkan dari tenda darurat ke huntara. Hal itu dilakukan demi kenyamanan masyarakat terdampak sembari menunggu pembangunan hunian tetap.

Menurut Oka, dua unit huntara rencananya dibangun di Kota Mbay dan setiap kecamatan masing-masing satu unit. Ia menekankan lokasi huntara harus strategis agar masyarakat bisa melihat dan meninjau secara langsung.

ADVERTISEMENT

"Itu yang kami buat sebagai contoh. Kemudian pembangunannya berfokus pada rumah warga yang rusak berat dan ada lahan yang cukup sesuai spesifikasi yang ada," jelas Oka.

Sementara itu, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada mengatakan pembangunan huntara itu berkaitan dengan pendataan rumah yang rusak berat. Namun, ia menyadari pekerjaan itu tidak mudah karena minimnya personel di lapangan.

"Setelah 21 hari ini kami amati tidak mudah sehingga solusinya harus tambah personel," ujar Gonzalo.

Sebelumnya, BNBP mencatat sebanyak 21.952 jiwa mengungsi akibat gempa bumi M 7,7 di Nagekeo, NTT. Para pengungsi tersebar di tujuh kecamatan dan 113 desa/kelurahan di Nagekeo.

Adapun jumlah korban tewas akibat gempa di Nagekeo sebanyak 20 orang yang tersebar di lima kecamatan. Selain korban meninggal, BNPB mencatat 34 orang mengalami luka berat dan 133 orang luka ringan.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads