Gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menewaskan 20 orang. BNPB mencatat sebanyak 21.952 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut.
"Berdasarkan laporan tim pendamping BNPB pada bencana gempa bumi di Nagekeo dan update pada Kamis (3/9/2026), itu jumlah korban minggal 20 oran dan pengungsi berjumlah 21.952 jiwa," ujar Tenaga Ahli BNPB, Marshda TNI (Pur) Oka Prawira didampingi Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada saat konferensi pers di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Nagekeo, Jumat (4/9/2026).
Oka menjelaskan 20 korban meninggal tersebut tersebar di lima kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Aesesa 7 orang, Boawae 8 orang, Nangaroro 3 orang, serta Aesesa Selatan dan Mauponggo masing-masing satu orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain korban meninggal, BNPB mencatat 34 orang mengalami luka berat dan 133 orang luka ringan. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 21.952 jiwa.
Para pengungsi tersebar di tujuh kecamatan dan 113 desa/kelurahan. Rinciannya, Aesesa 18 desa/kelurahan, Aesesa Selatan 7 desa/kelurahan, Boawae 27 desa/kelurahan, Nangaroro 19 desa/kelurahan, Mauponggo 21 desa/kelurahan, Keo Tengah 16 desa/kelurahan, dan Wolowae 5 desa/kelurahan.
Menurut Oka, dari total pengungsi tersebut tercatat 5.488 kepala keluarga (KK). Sebanyak 1.731 KK dan 6.924 jiwa telah teridentifikasi serta tersebar di tujuh kecamatan.
Sementara itu, pengungsi mandiri yang belum teridentifikasi berjumlah 3.757 KK dan 15.028 jiwa.
"Catatan pengungsi masih bersifat dinamis karena masih proses identifikasi," jelas Oka.
Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan rumah warga. Berdasarkan hasil verifikasi, total terdapat 13.217 rumah yang terdampak.
Rinciannya, 211 rumah rusak berat, 1.540 rumah rusak sedang, 3.243 rumah rusak ringan, serta 8.223 rumah tidak masuk kriteria kerusakan.
Sebanyak 211 rumah yang mengalami rusak berat tersebar di Kecamatan Aesesa 89 unit, Aesesa Selatan 11 unit, Boawae 26 unit, Mauponggo 31 unit, Nangaroro 27 unit, Keo Tengah 15 unit, dan Wolowae 12 unit.