detikBali

Manggarai Barat Dilanda Kasus Diare

Terpopuler Koleksi Pilihan

Manggarai Barat Dilanda Kasus Diare


Sui Suadnyana, Ambrosius Ardin - detikBali

Man pushing Diarrhea key on computer keyboard.
Foto: Ilustrasi diare. (Getty Images/gerenme)
Manggarai Barat -

Kasus diare di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melonjak. Sebaran kasus diare terjadi di Labuan Bajo dan wilayah lain di ujung barat Pulau Flores tersebut.

"Anak saya sudah empat hari diare. Awalnya teman-teman bermainnya yang diare. Sekarang lagi banyak kasus diare," ujar Ririn, ibu kandung salah satu anak yang terserang diare di Labuan Bajo, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ririn mengatakan anak-anak di lingkungannya terserang diare hampir sejak dua pekan terakhir. Mereka bergejala sakit perut, muntah, demam hingga lemas.

Perempuan tersebut sempat membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan jalan. Di rumah sakit, dia juga menemukan banyak anak dirawat akibat diare.

ADVERTISEMENT

"Ternyata di rumah sakit banyak juga anak-anak dirawat karena diare. Ada juga dari kampung dirujuk dengan gejala diare," ujar Ririn.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia P Asmon, mengatakan kasus diare sudah muncul sebelum bencana gempa bumi. Namun, jumlah kasus melonjak drastis saat memasuki masa tanggap darurat pascagempa sejak pertengahan Agustus lalu.

Perempuan yang akrab disapa Ney itu mengungkapkan kasus diare tak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dewasa. Ada 493 kasus diare yang tercatat di berbagai fasilitas kesehatan di Manggarai Barat. Kasus tertinggi diare tercatat di Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor.

"Itu akumulasi dari laporan seluruh puskesmas. Diare kecenderungan naik memang sebelum gempa, lalu meningkat setelah gempa," terang Ney.

Tim Dinkes Manggarai Barat sudah melakukan pemeriksaan sampel air di Puskesmas Wae Nakeng sebagai wilayah dengan kasus diare tertinggi. Tak ditemukan kimia pada air. Hanya ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada tempat penyimpanan air.

"Hasil pemeriksaan Wae Nakeng dengan kasus tertinggi bebas cemaran kimia. Dari 16 sample, dua saja yg positif E Coli, cemaran sanitasi penyimpanan air saja," ujar Ney.

Dinkes juga melakukan pemeriksaan sampel depo air isi ulang di berbagai wilayah. Dari sampel yang sudah diperiksa, hasilnya negatif bakteri.

"Yang sudah kami lakukan pengambilan sampel air di beberapa wilayah. Sebagian hasil akan keluar hari ini. Untuk pemeriksaan depo negatif bakteri," kata Ney.

Selain di Wae Nakeng, tim Dinkes Manggarai Barat juga melakukan penelusuran khusus dalam kota wilayah Puskesmas Batu Cermin dan Labuan Bajo.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads