Jenazah perempuan inisial ST diangkut menggunakan rakit bambu untuk menyeberangi sungai menuju rumah duka di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). ST sebelumnya meninggal seusai dioperasi Caesar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong, Manggarai Timur.
Saudara kandung korban, Salesius, mengatakan jenazah saudarinya diangkut rakit bambu pada Minggu (30/8/2026). Video jenazah ST yang diangkut rakit bambu itu kini viral di media sosial (medsos).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video yang dibagikan Salesius memperlihatkan sekitar 10 orang di atas rakit bambu tersebut. Satu orang di ujung rakit mendayung rakit tersebut menggunakan sebuah bambu panjang. Beberapa orang lainnya memegang peti jenazah.
Seorang pria berbaju merah terdengar menangis dan meratapi kematian ST. Pria tersebut diketahui saudara kandung dari almarhum.
Jenazah yang terbungkus peti putih itu awalnya dibawa menggunakan transportasi darat dari RSUD Borong. Tiba di Reo, Manggarai, jenazah ST diangkut menggunakan rakit menyeberangi sungai sepanjang puluhan meter menuju Kampung Lengko Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur. ST dimakamkan di kampung tersebut.
Salesius mengatakan tak ada akses jalan dari Reo menuju Kampung Lengko Hedok. Satu-satunya akses hanya menggunakan rakit bambu atau sampan kecil. Lebar sungai itu sekitar 50 meter dan bisa bertambah mencapai 200 meter saat musim hujan.
"Itu (menggunakan rakit bambu) karena tidak ada akses jalan ke situ. Semua masyarakat yang ada di situ menggunakan rakit dan sampan kecil tanpa menggunakan mesin," ungkap Salesius, Rabu (2/9/2026).
Informasi yang dihimpun, ST sebelumnya dirujuk bersalin dari Puskesmas Dampek, Lamba Leda Utara. ST menjalani operasi caesar pada Sabtu (29/8/2026) malam setelah tiga hari berada di rumah sakit tersebut. ST meninggal dunia keesokan paginya.
Kematian ST viral karena diduga ada keterlambatan penanganan oleh RSUD Borong.