Curah hujan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada dasarian III Agustus 2026 sangat minim. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di NTB berada pada kategori rendah, yakni 0 hingga 10 mm per dasarian dengan sifat hujan di bawah normal.
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Tri Widiarto, mengatakan monitoring hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut di NTB berada pada rentang sangat panjang mencapai 31 hingga 60 hari. Dampak ini menyebabkan kekeringan ekstrem (lebih dari 60 hari) di beberapa daerah.
"HTH terpanjang tercatat terjadi di Kabupaten Bima yang mencapai 105 hari tanpa hujan dan masuk dalam kategori kekeringan ekstrem," kata Tri dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG, Tri berujar, telah memprediksi fenomena El Nino 2026 bakal bertahan hingga awal 2027. Aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini didominasi oleh angin timuran dengan belokan angin terlihat di wilayah sekitar ekuator.
Ada pun anomali suhu permukaan laut (SST) di perairan Indonesia untuk periode September hingga November 2026 diprediksi didominasi kondisi normal hingga anomali negatif atau lebih dingin dengan kisaran nilai -0,5 hingga 0,2 derajat celsius.
Menurut Tri, kondisi perairan ini diprakirakan baru mulai menghangat pada Desember 2026. Sementara itu, madden-julian oscillation (MJO) tercatat aktif di fase 6 pada dasarian I bulan Agustus 2026.
"Memasuki dasarian I September 2026 (1-10 September), peluang terjadinya hujan di seluruh wilayah NTB tercatat sangat kecil, yaitu di bawah 10 persen," tegas Tri.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis terkait dengan kondisi tersebut. Peringatan dini terbagi dalam tiga tingkatan alert di NTB.
Wilayah yang terdampak level waspada meliputi Lombok Utara di Kecamatan Bayan, Lombok Timur di Kecamatan Pringgabaya dan Sambelia, serta Kabupaten Bima di Kecamatan Sanggar dan Monta.
Sementara untuk level siaga mencakup Mataram di Kecamatan Mataram, Lombok Barat meliputi Kecamatan Gerung, Gunung Sari, Kediri, Lingsar, Sekotong Tengah, dan Narmada. Wilayah Lombok Tengah meliputi Kecamatan Batukliang Utara, Jonggat, Praya, Praya Barat Daya, Praya Tengah, dan Pujut.
"Ada juga beberapa kecamatan di Lombok Timur, Sumbawa Barat, Dompu meliputi Kecamatan Dompu, Hu'u, Kempo, dan Pekat, serta Kabupaten Bima di Kecamatan Lambu, Langgudu, Palibelo, Sape, Tambora, dan Wawo," ujar Tri.
(hsa/hsa)