Tim Penanggulangan Bencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memperluas jangkauan penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka membangun tiga dapur umur tambahan.
Perwakilan Pemprov NTB, Chandra Aprinova, mengatakan tiga dapur umum tambahan dibangun sesuai arahan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Pembangunan dapur baru dilakukan karena kebutuhan logistik tinggi dan sebaran warga terdampak gempa makin meluas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing dapur umum baru ditargetkan memproduksi 2.000 bungkus makan siang maupun malam setiap hari. Operasional menggunakan peralatan sumbangan Kementerian Sosial (Kemensos). Sementara pemenuhan bahan logistik utama dan tenaga operator didatangkan langsung dari NTB.
"Tim bertugas melatih warga lokal agar mampu mengelola dapur umum secara mandiri setelah tim NTB menarik penugasan pascahari ke-15," kata Chandra, Jumat (28/8/2026).
Chandra mengatakan satu dari tiga lokasi dapur umum baru disiagakan di wilayah yang sangat terisolasi dan sebelumnya belum tersentuh bantuan sama sekali akibat jalur darat yang sulit diakses kendaraan.
"Untuk menjangkau titik terisolasi tersebut, tim di lapangan mendapat panduan rute dari Pendamping PKH setempat yang memahami medan," ujar Chandra.
Perluasan ini diharapkan dapat memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan dasar masyarakat terdampak hingga ke pelosok terkecil.
Sebagai informasi, sebelum membangun tiga dapur tambahan, Tim Penanggulangan Bencana Pemprov NTB telah mengoperasikan dapur umum utama di Dampek, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, sejak hari ketiga pascabencana. Dapur umum di sana mempunyai kapasitas produksi mencapai 3.000 nasi bungkus per hari.
Chandra mengungkapkan Posko NTB kini menjadi pusat rujukan dan favorit bagi puluhan sukarelawan dari LSM nasional maupun internasional, TNI, Polri, serta berbagai lembaga kemanusiaan lain.
"Selain menyasar masyarakat luas yang terdampak, produksi nasi bungkus dari posko NTB juga dikerahkan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi berbagai tim kemanusiaan, tim medis hingga para pasien di Rumah Sakit Lapangan Pemprov NTB," terang Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB itu