detikBali

Dibangun Rp 10 Miliar, Perpusda Lombok Barat Siang Hari Cuma Didatangi 4 Anak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dibangun Rp 10 Miliar, Perpusda Lombok Barat Siang Hari Cuma Didatangi 4 Anak


M. Zahiruddin - detikBali

Gedung Perpustakaan Baru Lombok Barat, Kamis (27/8/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)
Foto: Gedung Perpustakaan Baru Lombok Barat, Kamis (27/8/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Lombok Barat yang dibangun dengan anggaran Rp 10 miliar telah rampung sejak Januari 2026. Namun, sejumlah fasilitas di dalam gedung tersebut hingga kini belum terisi secara maksimal.

Gedung perpustakaan baru itu berdiri di dekat gedung perpustakaan lama, kawasan Bundaran Giri Menang Square (GMS), Lombok Barat. Pembangunannya didanai Perpustakaan Nasional melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada empat paket yang didanai melalui DAK fisik tersebut, yakni layanan, pengadaan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sarana dan prasarana, serta pengadaan buku. Namun, Lombok Barat hanya mendapatkan dua paket, yakni pembangunan gedung dan fasilitas TIK.

Gedung perpustakaan baru tersebut terdiri atas dua lantai. Di lantai pertama terdapat ruang baca anak, ruang pelayanan, musala, serta ruang Kepala Bidang Perpustakaan.

ADVERTISEMENT

Sementara di lantai dua terdapat ruang baca umum, ruang staf bidang perpustakaan, serta area penyimpanan rak buku. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Lombok Barat, Lalu Winengan, mengatakan fasilitas di gedung baru tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.

Ia mengatakan sejumlah rak buku yang saat ini berada di gedung baru merupakan fasilitas yang dipindahkan dari perpustakaan lama.

"Fasilitas ini yang dari perpus lama," kata Winengan, Kamis (27/8/2026).

Gedung Perpustakaan Baru Lombok Barat, Kamis (27/8/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)Gedung Perpustakaan Baru Lombok Barat, Kamis (27/8/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)

Winengan mengatakan pihaknya masih mengupayakan penambahan berbagai fasilitas, termasuk koleksi buku yang saat ini masih terbatas. Selain itu, pihaknya berencana membangun kedai di lantai dua untuk menarik minat anak muda datang dan membaca di perpustakaan.

"Nanti akan kami bangun kedai di sini supaya anak muda datang membaca buku," ujarnya.

Sejak dibuka untuk umum pada awal Februari 2026, gedung perpustakaan baru tersebut telah dikunjungi sekitar 2.981 orang hingga Juli 2026.

Berdasarkan data pengunjung, perpustakaan didominasi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) sederajat. Jika digabung dengan pengunjung perpustakaan keliling dan layanan internet, total kunjungan yang tercatat hingga Juli mencapai 11.334 orang.

Jumlah tersebut baru mencapai sekitar 49 persen dari target kunjungan perpustakaan Lombok Barat sepanjang 2026 yang mencapai 23 ribu orang.

Gedung Perpustakaan Baru Lombok Barat, Kamis (27/8/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)Gedung Perpustakaan Baru Lombok Barat, Kamis (27/8/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)

"Pengunjung terbanyak itu SD sederajat sebanyak 6.995 orang, dan didominasi pengunjung perempuan sebanyak 6.442 orang," paparnya.

Namun, kondisi gedung perpustakaan baru itu tampak berbeda dengan capaian angka kunjungan tersebut.

Pantauan detikBali pada Kamis (27/8/2026), suasana gedung perpustakaan baru Lombok Barat terlihat sepi. Hingga menjelang siang, hanya sekitar empat anak yang tampak datang dan duduk membaca komik.

Gedung Perpustakaan Baru Lombok Barat, Kamis (27/8/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)Gedung Perpustakaan Baru Lombok Barat, Kamis (27/8/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)


(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads