Perpustakaan Daerah (Perpusda) Lombok Barat masih kekurangan sekitar 900 ribu eksemplar buku. Saat ini, koleksi buku yang tersedia baru sekitar 100 ribu eksemplar dari kebutuhan ideal sebanyak 1 juta eksemplar.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Lombok Barat Lalu Winengan mengatakan belum ada penambahan koleksi buku sejak tahun lalu. Padahal, gedung Perpusda Lombok Barat kini telah bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak sekali kekurangannya. Kalau gedungnya kayak gitu besarnya, minimal 1 juta eksemplar. Sekarang kan hanya 100 ribu eksemplar," kata Winengan, Rabu (26/8/2026).
Winengan mengatakan Disarpus Lombok Barat belum memiliki anggaran untuk menambah koleksi buku. Pihaknya akan mengusulkan anggaran pengadaan buku dalam perubahan anggaran 2026.
Jika anggaran tersebut belum dapat direalisasikan, Disarpus akan membuka skema donasi buku dari masyarakat untuk menambah koleksi Perpusda.
"Nanti dibuka skema masyarakat bisa menyumbang buku," ujar Winengan.
Selain menambah koleksi Perpusda, Disarpus Lombok Barat juga berencana menghidupkan kembali perpustakaan desa (Perpusdes). Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus membantu menekan angka putus sekolah.
"Bagian dari itu, untuk menekan angka putus sekolah, supaya tidak ada lagi anak yang putus sekolah dan meningkatkan minat baca," ujar Winengan.
Menurut Winengan, kebutuhan anggaran untuk mengaktifkan kembali Perpusdes diperkirakan Rp 50 juta hingga Rp 100 juta untuk setiap perpustakaan.
Sebagai langkah awal, Disarpus telah memberikan pelatihan literasi kepada 50 guru dan 50 staf desa. Mereka nantinya diharapkan dapat membantu mengelola dan mengaktifkan kembali perpustakaan desa.
"Sudah dilakukan pelatihan literasi, 50 guru dan 50 orang dari desa untuk membantu perpustakaan desa," katanya.
Dari total 122 desa dan kelurahan di Lombok Barat, saat ini baru 27 perpustakaan yang masih aktif. Puluhan perpustakaan tersebut juga telah mengikuti perlombaan perpustakaan desa.
"27 Perpusdes sudah aktif. Itu sudah lama aktif, ada lombanya juga dan ada yang menang. Juara satu itu Desa Sandik," tandasnya.