Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai membahas desain baru untuk me-recovery (pembaruan) bangunan Kampung Adat Desa Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, seusai kebakaran. Namun, warga Desa Adat Sade ingin mempertahankan rumah beratap ilalang.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengatakan masih melakukan koordinasi dengan semua pihak soal pembahasan desain baru Kampung Adat Desa Sade. Koordinasi termasuk dengan TNI, Polri, gubernur, pemerintah pusat, dan akademisi untuk membahas detail engineering design (DED) Kampung Adat Sade seusai kebakaran.
"Gambaran, itu akan mungkin kita duduk bareng, DED seperti apa. Apakah akan diubah atau tidak, tetapi sementara warga sepakat tidak dirubah. Maunya seperti itu (tetap gunakan ilalang), tetapi tetap kita diskusikan dahulu mana yang terbaik," kata Pathul saat melakukan pembersihan sisa puing-puing kebakaran dengan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Sade, Rabu (26/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desain yang baru tidak boleh merubah kultur dari bangunan sebelumnya. Mengingat, Kampung Adat Sade hingga kini berstatus sebagai cagar budaya yang harus dilindungi. Menurut Pathul, label cagar budaya itu harus tetap ditonjolkan.
Pathul mengatakan pembangunan ulang Kampung Adat Desa Sade belum bisa dilakukan karena harus menunggu DED dan kesepakatan semua pihak. Menurutnya, pemerintah tak mau tergesa-gesa karena insiden kebakaran itu harus menjadi evaluasi bersama. "Ini harus kami bicarakan dahulu ya," imbuhnya.
Pemerintah dan warga harus satu suara dalam menyepakati desain bangunan baru tersebut. Pathul menegaskan pemerintah dan warga tak bisa mengedepankan ego masing-masing agar wacana ini bisa berjalan dengan baik.
"Warga juga tidak bisa semaunya sendiri. Harus kami diskusikan karena ini adalah tempat bersejarah. Kami juga tidak ada niat tidak baik," tegas Pathul.
Di sisi lain, Pathul belum bisa menyampaikan secara terbuka ihwal sumber dan total kebutuhan anggaran pembangunan Kampung Adat Desa Sade. Ia hanya memastikan pembangunan ulang kampung adat itu akan dibangun menggunakan dana kolaborasi semua pihak.
"Sumber anggaran macem-macem, nanti kami lihat seperti apa keputusannya. Uang itu juga belum dipakai. Itu dari Sapo, Epicentrum, Ibu Sari, Ibu Wagub dan banyak lainnya," beber Pathul.
Politikus Partai Gerindra ini belum bisa berjanji apakah bangunan ulang Kampung Adat Sade bisa tuntas sebelum perhelatan MotoGP 2026 atau tidak. Pathul sementara ini menyiapkan opsi untuk membangun museum yang menceritakan Kampung Adat Desa Sade sebelum dan sesudah kebakaran.
"Inginnya sih cepat, tetapi harus didiskusikan ini. Saya pikir ini sebelum MotoGP ini belum tuntas. Kalau ini belum selesai sebelum MotoGP gimana? Mungkin nanti akan dibuatin museum kecil di sini, kami taruh wajah desa Sade sebelum terbakar hingga sekarang seperti apa," jelas Pathul.