Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta penanganan bencana di wilayah terdampak gempa bumi dilakukan secara cepat, tepat, dan berbasis data. Suharyanto menekankan kebutuhan dasar masyarakat harus segera dituntaskan.
"Pendataan kerusakan juga harus dipercepat agar proses rehabilitasi dan pemulihan dapat segera dimulai," kata Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan darurat bencana gempa bumi Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (25/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakor itu turut dihadiri Bupati Manggarai Timur Agas Andreas. Hadir pula Sekretaris Daerah dan pimpinan OPD Manggarai Timur, unsur Forkopimda, dan koordinator wilayah BNPB untuk Manggarai Timur.
Manggarai Timur adalah salah satu wilayah terdampak parah gempa bumi Flores yang dimulai sejak 15 Agustus lalu. Suharyanto mendorong pemerintah daerah mulai mempersiapkan proses transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan.
"Yang terpenting masyarakat tahunya rumahnya yang rusak itu diperbaiki dengan bantuan dari negara. Setelah itu yang rusak ringan dan sedang balik ke rumah. Makanya tolong segera dikunci datanya. Nanti dari BNPB segera diverifikasi, dikunci," kata Suharyanto.
"Jangan tunggu satu kawasan lengkap. Kalau ada yang sudah selesai, ajukan, proses. Jadi jangan sampai masyarakat terlalu lama tinggal di tenda. Kita harus segera masuk ke transisi," imbuhnya.
Suharyanto juga meminta pemerintah daerah terus hadir di tengah masyarakat dan memastikan informasi mengenai perkembangan penanganan disampaikan secara langsung. Menurutnya, kehadiran pemerintah penting untuk membangun rasa aman masyarakat .
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas memaparkan sejauh ini terdapat 679 korban gempa bumi di daerah tersebut. Sebanyak 34 orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka berat dan ringan. Selain itu, sebanyak 31.372 jiwa mengungsi akibat rumah yang mereka tempati mengalami kerusakan.
"20.520 unit rumah rusak dalam berbagai tingkat kerusakan (ringan, sedang, dan berat)," kata Agas.
Diketahui, BNPB telah merilis data terkini korban meninggal akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di NTT. BNPB mencatat jumlah korban meninggal bertambah menjadi 103 orang per Selasa (25/8).
Adapun rincian korban jiwa di Manggarai berjumlah 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.