detikBali

Bahagianya Anak-anak Nonton TV Bareng di Pos Pengungsian Nagekeo NTT

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bahagianya Anak-anak Nonton TV Bareng di Pos Pengungsian Nagekeo NTT


Yufengki Bria - detikBali

Sejumlah anak tampak antusias menonton TV di pos pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (25/8/2026). (Foto:Yufengki Bria/detikBali)
Sejumlah anak tampak antusias menonton TV di pos pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (25/8/2026). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)
Nagekeo -

Puluhan anak korban gempa bumi Flores antusias menonton televisi (TV) di pos pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski hanya duduk di atas tanah tanpa alas, mereka tampak bahagia menyaksikan film kartun ramai-ramai di depan layar kaca.

"Sangat senang, baru malam ini ada TV yang kami bisa nonton," ujar Elo, salah satu anak di posko pengungsian itu, Selasa (25/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Elo dan kawan-kawan sejawatnya sudah menunggu sejak pukul 18.30 Wita untuk dapat menonton TV. Mereka tampak serius menyaksikan tayangan di televisi. Bagi Elo, menonton TV menjadi sarana hiburan di lokasi pengungsian.

"Supaya kami jangan takut gempa lagi," tutur siswa SMP asal Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, itu.

ADVERTISEMENT

Elo berharap disediakan kursi atau terpal agar mereka lebih nyaman saat menonton TV. "Ini kami duduk di atas tanah saja," imbuhnya.

Anak lainnya, Yohana Fransiska Wudha (10), mengaku sudah sepekan lebih mengungsi bersama opa dan neneknya. Yohana mengaku senang bisa nonton TV bareng teman-temannya di pengungsian itu.

"Tadi kan ada teman yang kasih tahu ada TV yang disediakan Pak Polisi, makanya kami datang," kata siswi kelas 5 SDI Marapokot itu.

Yohana menuturkan kedua orang tuanya saat ini sedang berada di perantauan. Ia tinggal bersama opa dan neneknya sejak berusia 4 tahun. Yohana bersama opa dan neneknya selamat saat gempa mengguncang Nagekeo pada Sabtu (15/8).

"Kami semua aman, tidak ada luka-luka, tetapi saya masih rasa takut saja. Bapak dan mama juga khawatir, tapi saya bilang kami tidak apa-apa," terang Yohana.

Dilansir dari detikNews, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terkini korban meninggal akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di NTT. BNPB mencatat korban meninggal bertambah menjadi 103 orang per Selasa (25/8).

"Hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Selasa.

Selain itu, lebih dari 185 ribu orang masih mengungsi akibat gempa tersebut. Berton menyebutkan gempa susulan masih dirasakan di NTT.

"Hingga hari ini kami mencatat 185.131 orang yang mengungsi, baik itu pengungsi yang mandiri maupun pengungsi yang ada terpusat, sehingga tercatat hari ini kami mencatat pengungsi yang baru sebanyak 4.804," imbuh Berton.

Sementara itu, BMKG mencatat terjadi gempa susulan sebanyak 7.029 kali sejak gempa M 7,7 terjadi. Gempa susulan kerap membuat masyarakat panik.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads