Sebanyak 328 sekolah di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat gempa 7,7 magnitudo. Rinciannya sebanyak 123 sekolah rusak berat, 150 rusak ringan, dan 105 rusak ringan.
"Total semuanya ada 328 sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nagekeo, Tarsisius Djogo, saat ditemui, Selasa (25/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kerusakan sekolah itu, siswa terpaksa belajar di pos pengungsian maupun rumah yang tak terdampak. Hal itu dilakukan berdasarkan masa tanggap darurat dan surat edaran Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Masa tanggap darurat itu berlaku pada 15-28 Agustus 2026. Sehingga, semua pembelajaran dilakukan dari rumah. Namun, mekanismenya adalah bila sinyal di rumahnya bagus, maka guru akan memberikan tugas secara daring.
Sedangkan wilayah yg kesulitan sinyal akan mendapatkan tugas maupun materi yang diantar langsung oleh guru. Guru-guru juga proaktif mendampingi siswa di pos pengungsian untuk memberikan materi dan mengajar.
"Jadi semuanya itu didukung oleh orang tua siswa. Itu yang kami lakukan selama masa tanggap darurat ini," jelas Tarsisius.
Selain itu, Tarsisius menegaskan tak ada libur untuk siswa meskipun terdampak gempa. Sebab, mereka menerapkan metode pembelajaran dari rumah.
"Apabila sebelum masa tanggap darurat selesai dan situasi sudah aman, maka siswa sudah boleh masuk sekolah, tetapi memperhatikan faktor kenyamanan dan keamanan," kata Tarsisius.
Kebijakan tanggap darurat, jelas Tarsisius, akan diperpanjang jika situasi belum kondusif atau terjadinya gempa susulan yang membahayakan keselamatan. Selain itu, sekolah yang rusak parah, itu pemerintah mengalokasikan tenda pembelajaran darurat.
Meskipun, sekolah yang rusak berat mencapai 123, Nagekeo hanya mendapatkan lima tenda pembelajaran darurat. Sehingga siswa bisa belajar bersama dalam tenda tersebut.
"Kapasitasnya saya belum tahu karena masih dalam proses pengiriman. Tetapi mencukupi untuk 6-8 ruangan kelas. Informasi terakhir tadi, akan tiba dalam waktu cepat ini," jelas Tarsisius.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menggelontorkan bantuan Rp 860 juta untuk 61 sekolah yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, NTT.
Bantuan tersebut diberikan berdasarkan tingkat kerusakan sekolah. Abdul menyampaikan bantuan itu seusai meninjau SDK Rowa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026).
"Kami menyumbang Rp 860 juta untuk 61 sekolah yang terdampak gempa," ujar Abdul.