Langkah kakinya pelan dan pincang saat bergegas melintasi sebuah tanjakan dari SDK Rowa menuju rumahnya. Siswa bernama Yosep Fenansius Tiba, itu merupakan salah satu dari sekian banyak korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kala guncangan dahsyat terjadi Yosep sedang tertidur di sebuah kamar tidur rumahya di Desa Rowa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Memang siswa kelas 5 SDK Rowa itu sempat merasakan guncangan.
Namun, dalam benaknya bukan gempa yang berkekuatan besar. Sehelai kain kemudian ditarik untuk membungkus tubuhnya lagi untuk melanjutkan tidur. Tiba-tiba, terjadi guncangan gempa yang sangat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kala itu, Yosep tak sempat kabur. Dia bertahan di dalam kamar. Brukkk, sebuah batako jatuh dan mengenai lutut kaki kirinya. Rasa sakitnya tak bisa ditahan lagi oleh siswa berusia 11 tahun itu.
Saat bersamaan, sebagian besar tembok rumahnya rubuh. Meski sedang menjerit kesakitan, ia spontan melompat keluar untuk meninggalkan rumahnya. Aksi itu dilakukan agar tak tertindih material bangunan yang besar.
"Pagi itu hari Sabtu kan, saya tidur. Saya kira gempa kecil, terus saya tidur lagi. Gempa semakin besar, batako jatuh dan tendes (tindih) kaki saya," tutur Yosep saat ditemui di SDK Rowa, Senin (24/8/2026).
Yosep menceritakan, saat itu bangunan rumah roboh. Setelah itu, dia tidak tahu keberadaan kedua orang tuanya. Padahal mereka lebih dahulu menyelamatkan diri.
"Setelah keluar, saya jalan raya untuk cari mama saya," jelas Yosep.
Saat ini, lutut kaki kirinya mengalami benturan yang serius, tetapi tidak patah tulang dan hanya luka dalam. Namun, Yoseph tetap semangat menerima setiap penugasan dari gurunya.
"Memang saat itu saya panik, saya lompat karena saya takut meninggal," cerita Yosep dengan nada lembut.
Di SDK Rowa, Yosep dan sejumlah temannya yang luka mendapat donasi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Yosep mendapat sejumlah uang tunai, tas, alat tulis dan baju.
Selain itu, mereka juga mendapat trauma healing dari tim Mendikdasmen. Trauma healing itu membuat Yosep kini tak takut lagi dengan adanya gempa susulan.
"Sangat senang dan tidak takut lagi. Tadi dapat baju sahabat sekolah dasar juga," imbuh Yosep.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Tarsisius Djogo, menegaskan sejumlah siswa yang mengalami luka akibat tertindih material bangunan, itu sudah mendapatkan penanganan medis.
"Sudah ditangani secara medis dengan baik. Kami berharap mereka cepat pulih," kata Tarsisius.