Sebanyak 134 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menjadi korban luka akibat gempa bumi Flores, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Enam korban mengalami luka berat.
Para mahasiswa tersebut mengalami luka saat berada di rumah masing-masing di sejumlah wilayah terdampak gempa. Saat kejadian, mereka masih menjalani libur semester.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 134 mahasiswa yang masuk dalam data prioritas, enam mahasiswa mengalami luka berat akibat gempa," kata Humas Unika Santu Paulus, Selvianus Hadun, Senin (24/8/2026).
Selvianus mengatakan enam mahasiswa mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan khusus.
"Enam mahasiswa tersebut membutuhkan perhatian khusus. Dua mahasiswa mengalami patah kaki, sementara empat mahasiswa lainnya mengalami cedera pada bagian dada dan kepala," imbuh dia.
Posko Tanggap Darurat Bencana dan Solidaritas Gempa Unika Santu Paulus Ruteng kini melakukan pendataan dan verifikasi data mahasiswa terdampak tersebut. Pendataan tersebut untuk memastikan mahasiswa yang mengalami dampak paling berat memperoleh perhatian, pendampingan, dan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing.
"Posko masih melakukan verifikasi terhadap seluruh korban tersebut. Tim menghubungi mahasiswa dan pihak terkait untuk memastikan kondisi kesehatan, lokasi keberadaan, kondisi tempat tinggal, serta kebutuhan bantuan masing-masing mahasiswa," jelas Selvianus.
Setelah proses verifikasi selesai, Posko akan mulai menyalurkan bantuan kepada mahasiswa terdampak berdasarkan kondisi masing-masing.
"Posko ingin memastikan bantuan benar-benar menjangkau mahasiswa yang membutuhkan dan memberikan manfaat langsung bagi proses pemulihan mereka," kata dia.