detikBali

Kapolres Tabanan Ingatkan Polwan-Bhayangkari Bijak Bermedsos dan Tak Flexing

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kapolres Tabanan Ingatkan Polwan-Bhayangkari Bijak Bermedsos dan Tak Flexing


Tim detikBali - detikBali

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati tatap muka bersama Polwan Polres Tabanan, anggota Bhayangkari, dan PNS perempuan di Aula Wisnu Hartono Polres Tabanan, Rabu (2/9/2026). (Dok. Polres Tabanan)
Foto: Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati tatap muka bersama Polwan Polres Tabanan, anggota Bhayangkari, dan PNS perempuan di Aula Wisnu Hartono Polres Tabanan, Rabu (2/9/2026). (Dok. Polres Tabanan)
Tabanan -

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengingatkan personel Polisi Wanita (Polwan), anggota Bhayangkari, dan PNS perempuan Polres Tabanan agar bijak menggunakan media sosial. Ia meminta penggunaan media sosial tetap memperhatikan aturan dan menjaga marwah institusi Polri.

Hal tersebut disampaikan Bayu saat menggelar tatap muka bersama Polwan Polres Tabanan, anggota Bhayangkari, dan PNS perempuan di Aula Wisnu Hartono Polres Tabanan, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu mengatakan setiap personel memang memiliki hak menggunakan medsos. Namun, penggunaan platform tersebut tetap harus disertai tanggung jawab, termasuk memahami batasan konten yang boleh dipublikasikan.

"Saya sering menyampaikan ke anggota saya bahwa kita boleh mempunyai media sosial tapi pertanggungjawabannya dalam hal penggunaan media sosial itu ada di tangan pribadi masing masing. Penggunaan medsos di Polri sendiri kita memiliki aturan, perlu batasan mana saja yang perlu dipahami, khususnya pada saat jam kerja apakah kita boleh bermain medsos apakah pada saat di luar jam kerja kita ada postingan yang kita batasi ini juga perlu diskusikan kembali," jelas Bayu Pati.

ADVERTISEMENT

Bayu Pati juga menyinggung fenomena flexing atau memamerkan kekayaan di medsos. Menurutnya, personel tetap perlu berhati-hati dalam membagikan aktivitas atau kepemilikan pribadi ke ruang publik.

Menurutnya, jika seseorang yang memiliki kemampuan finansial tentu memiliki hak untuk mempublikasikan sesuatu. Namun, ia mengingatkan agar unggahan yang bersifat sensitif tidak disebarluaskan secara umum.

"Di sini saya menyampaikan silakan dipublish selama itu privat atau secara private yang tidak bisa dipublikasikan secara umum karena ada hal yang sensitif," tegas Bayu Pati.

Bahas Beban Tugas hingga Masalah Keluarga

Dalam pertemuan tersebut, Bayu juga menyampaikan sejumlah arahan terkait tugas personel Polri yang dinilai semakin padat. Ia meminta anggota dan keluarga dapat memahami kondisi tersebut serta mampu membagi waktu antara tugas kedinasan dan keluarga.

Ia juga menyinggung sejumlah persoalan rumah tangga yang pernah muncul, termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perselingkuhan. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut perlu diselesaikan secara bertahap dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

"Saat ini saya mendapatkan beberapa laporan, terkait masalah KDRT terkait masalah mohon maaf mungkin perselingkuhan. Ini bisa kita selesaikan satu per satu," ujarnya.

Bayu turut meminta anggota Bhayangkari memahami tugas suami sebagai anggota Polri. Di sisi lain, ia memastikan Polres Tabanan telah menyiapkan fasilitas konseling bagi personel maupun keluarga yang menghadapi persoalan.

"Kita sudah membangun suatu tempat ruangan khusus apabila ibu ibu punya permasalahan di rumah atau di lingkungannya. Kita juga sudah punya konselor yang sudah diberikan sertifikasinya dan juga sudah ada pelatihannya," ujar Bayu Pati.

Kesetaraan Gender dan Peran Polwan

Dalam kesempatan tersebut, Bayu juga menyampaikan apresiasi kepada para Polwan yang baru memperingati Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia pada 1 September 2026.

Ia mengatakan kesetaraan gender saat ini semakin diperhatikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Salah satunya melalui penempatan Polwan dalam tugas Bhabinkamtibmas.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Tabanan Ny. Santhi Putu Bayu meminta seluruh anggota tidak sungkan menyampaikan persoalan yang dihadapi, baik terkait keluarga maupun kedinasan. Ia mendorong setiap persoalan dikomunikasikan secara berjenjang dengan senior atau pihak yang dapat membantu menyelesaikannya.

Apabila ada permasalahan keluarga maupun kedinasan silakan tidak sungkan untuk membicarakannya secara berjenjang kepada seniornya dalam satu bagian tugas.

Saya harap Bhayangkari dan disampaikan juga pada ketua ranting silakan dikomunikasikan dengan baik jangan sampai ada permasalahan yang tertunda untuk diselesaikan," harap Santhi.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads