detikBali

Berhari-hari Kedinginan di Tenda, Pengungsi Gempa Nagekeo Meninggal

Terpopuler Koleksi Pilihan

Berhari-hari Kedinginan di Tenda, Pengungsi Gempa Nagekeo Meninggal


Yurgo Purab - detikBali

Kondisi di posko pengungsian Mbay 2, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (22/8/2026). (Yufengki Bria/detikBali)
Foto: Kondisi di posko pengungsian Mbay 2, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (22/8/2026). (Yufengki Bria/detikBali)
Flores Timur -

Petrus Liwa (64), seorang pengungsi gempa di Desa Kotagana, Kecamatan Mauponggo, Nagekeo, NTT, meninggal dunia pagi ini, Senin (24/8/2026). Petrus didiagnosis sakit asma berat setelah beberapa hari kedinginan saat tidur di tenda pengungsian.

Kepala Desa Kotagana, Siprianus Peu, mengungkapkan Petrus yang kondisinya memburuk saat berada di posko pengungsian kemudian dirujuk ke Puskesmas Mauponggo, Minggu (23/8/2026). Namun, hanya sehari menjalani perawatan, Petrus yang sudah berusia lanjut itu akhirnya mengembuskan napas terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ia terbawa penyakit asma berat lalu dengan peristiwa gempa kemarin, udara sangat dingin lalu kambuh, dia meninggal jam 07.00 pagi ini," ujar Siprianus, Senin.

Sebelumnya, pada Minggu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 91 orang tewas akibat gempa. Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan 1.286 orang mengalami luka-luka. Adapun, data pengungsi akibat gempa Flores saat ini mencapai 156.782 orang.

ADVERTISEMENT

Korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai, yakni 32 jiwa, Manggarai Timur 31 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Nagekeo 14 jiwa, dan Ngada 5 jiwa.

BNPB juga mencatat sebanyak 58.360 rumah rusak akibat gempa di sejumlah wilayah di NTT. Jumlah tersebut belum termasuk fasilitas pendidikan, rumah ibadah, fasilitas Kesehatan, dan fasilitas publik lainnya yang turut terdampak.

Saat ini, warga terdampak di berbagai lokasi di NTT masih membutuhkan bantuan air bersih dan makanan. Diketahui, pengungsian tersebar di wilayah Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

"Kami membutuhkan terpal, air minum, tikar, dan selimut," kata Fransiskus Bhaga, salah satu warga Desa Tuanggeo, Kabupaten Sikka, di Pulau Palue, NTT, Minggu.

Data terakhir, wilayah NTT telah diguncang sebanyak 5.000-an gempa susulan. Sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan akibat gempa susulan tersebut.



(hsa/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads