detikBali

Pengungsi Gempa Nagekeo Terpaksa Beli Air Bersih Rp 2.000 Per Jeriken

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pengungsi Gempa Nagekeo Terpaksa Beli Air Bersih Rp 2.000 Per Jeriken


Yufengki Bria - detikBali

Jeriken berisi air bersih yang dibeli warga di Kota Mbay, Nagekeo, NTT, Kamis (20/8/2026).
Jeriken berisi air bersih yang dibeli warga di Kota Mbay, Nagekeo, NTT, Kamis (20/8/2026). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)
Nagekeo -

Pengungsi gempa bumi di Desa Rendhu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka bahkan harus merogoh kocek Rp 2.000 untuk membeli satu jeriken air berukuran lima liter.

Kondisi itu dialami warga RT 11, Dusun Malapoma, yang mengungsi secara mandiri di sejumlah posko. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air ke Mbay, Ibu Kota Nagekeo, yang berjarak sekitar 30 meter.

Selain jeriken lima liter yang dipatok Rp 2.000, warga harus membayar Rp 8.000 untuk satu galon berukuran 19 liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami kurang air bersih, kami beli saja," ujar salah satu warga, Maria Sana, saat ditemui di Lapangan Danga, Mbay, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

Perempuan berusia 46 tahun itu menuturkan desanya memang selama ini kesulitan air bersih. Kondisi tersebut tetap membuat warga harus mencari air, meski gempa susulan masih mengguncang wilayah tersebut.

Membuang waktu dan tenaga di tengah ancaman gempa susulan tak menyurutkan keinginan warga mencari air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari mandi, minum, memasak hingga mencuci.

"Sudah lama kami alami (beli air bersih)," jelas Maria.

Warga lainnya, Martina Bule (52), mengatakan awalnya ia bersama sejumlah warga datang ke Kota Mbay untuk membeli air. Namun, setibanya di sana, Martina mendapat informasi bahwa ada air bersih yang bisa diperoleh secara gratis.

Martina akhirnya mendapatkan air bersih secara gratis dari Polsek Aesesa. Menurutnya, pascagempa bumi, kebutuhan air bersih sangat mendesak di setiap posko pengungsian mandiri.

Informasi yang dihimpun detikBali, personel Polsek Aesesa dan Polres Nagekeo tengah mempersiapkan sembako dan air bersih untuk didistribusikan ke Desa Rendhu Butowe.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads