Proyek pembangunan 2.100 unit rumah khusus (rusus) bagi warga pejuang Eks Timor Timur di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah rampung 100 persen dan siap dihuni. Proyek multiyears senilai Rp 737,4 miliar yang dikerjakan sejak 2022 hingga 2024 itu diserahterimakan kepada penerima manfaat, Rabu (19/8/2026).
Selain pembangunan rumah, anggaran juga digunakan untuk infrastruktur permukiman meliputi jalan, drainase, fasilitas umum dan sosial, sistem jaringan air minum, serta prasarana persampahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Sub Direktorat Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum, Bayu Moelyantono, dalam sambutannya mengatakan pembangunan ini merupakan bentuk penghargaan negara atas pengabdian warga eks Timtim yang memilih tetap menjadi bagian dari NKRI.
"Pembangunan rumah khusus dan infrastruktur permukiman bagi warga pejuang eks Timtim ini dilakukan dengan skema multiyears kontrak. Total investasi dari pemerintah kurang lebih sekitar Rp 737,4 miliar untuk 2.100 unit rumah dan infrastruktur pendukungnya," ujar Bayu.
Bayu menjelaskan serah terima dilakukan dalam lima tahap. Tahap pertama 20 September 2025 sebanyak 324 unit, kedua 20 Oktober 2025 sebanyak 403 unit, ketiga 19 Februari 2026 sebanyak 268 unit, keempat 25 Mei 2026 sebanyak 460 unit, dan tahap kelima hari ini sebanyak 645 unit.
"Dengan demikian telah terealisasikan 100 persen rumah khusus eks pejuang Timor Timur yang dilakukan serah terima kunci dan penghunian kepada penerima manfaat," kata Bayu.
Ia menambahkan, saat ini Kementerian PU baru menyelesaikan penyerahan aset 324 unit kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang. "Sisanya 1.778 unit akan diproses dalam waktu dekat. Masa pemeliharaan dijadwalkan berakhir Desember 2026," ujarnya.
Sementara itu Bupati Kupang Yosef Lede mengatakan penyerahan rumah ini merupakan bukti nyata kehadiran negara setelah 27 tahun persoalan warga eks Timtim belum tuntas.
"Persoalan 27 tahun ini belum selesai semua. Tapi minimal negara telah melakukan upaya penyelesaian selama 27 tahun yang dialami saudara-saudari kita warga eks Timtim," kata Yosef.
Politisi Gerindra itu juga mengatakan, dari 2.100 rumah yang diserahterimakan, penghuninya tidak hanya warga eks pejuang Timtim dan keluarganya, tetapi juga warga lokal.
Pemkab Kupang, kata dia, berkomitmen melengkapi fasilitas pendukung seperti jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pasar.
"Rumah ini diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah sebagai jawaban atas keluhan masyarakat eks Timtim selama 27 tahun termasuk juga masyarakat lokal yang belum ada hunian," tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Pidsus Kejati NTT Yoni Mallaka yang mewakili Kepala Kejati NTT mengatakan pihaknya mengawal proses pembangunan sejak awal agar rumah dalam kondisi layak huni saat diserahkan.
"Dari awal kami turun ke sini untuk berkomitmen, bagaimana rumah ini dibuat yang semestinya. Pada saat dulu keadaannya tidak sebagus dan seindah ini. Sangat memprihatinkan," ujar Yoni Mallaka.
Salah satu penerima manfaat, Dince A. Boys (41), mengaku sangat bersyukur atas rumah yang ia terima. Selama ini ia tinggal di Camplong II di rumah peninggalan orang tua.
"Kondisi rumah sangat bagus dan memuaskan, bersih dan rapi. Rencananya tinggal hari ini, tadi sudah bawa bahan-bahan untuk pindah ke sini," kata Dince.
"Saya seorang ibu rumah tangga, perasaan saya sangat senang karena bisa punya rumah milik sendiri juga tidak nebeng lagi di rumah orang tua," sambungnya.
Untuk diketahui, pembangunan rusus eks pejuang Timtim ini mulai dikerjakan dari zaman Presiden Jokowi dan kini dilanjutkan di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang terletak di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.