Video pembuangan limbah berupa air berbusa dari salah satu tambak udang yang mencemari perairan di Pantai Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial. Video berdurasi 00,29 detik itu diunggah oleh akun Facebook @Putra Sordayi.
"Tolong Pak Kades Sambik Elen, suruh tambak udang di sebelah timur itu jangan pipanya kasi mancur kayak gini. Kami yang nelayan susah cari ikan ini, tolong," ucap pria dalam video yang dilihat detikBali, Rabu (19/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan video tersebut, terlihat saluran pipa mengeluarkan air berbusa putih hingga menutupi area pantai. Bahkan, air limbah itu mulai menutupi sebagian pantai di dekat lokasi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB Muslim mengaku sudah mengecek lokasi air berbusa tersebut. Menurutnya, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tambak itu sebetulnya sudah berjalan baik. Ia menyebut air berbusa itu muncul saat pekerja tengah memperbaiki pipa untuk keperluan pengurusan sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).
"Dari sisi tata kelola IPAL sudah bagus. Cuma dia ini mau memproses untuk mendapatkan sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Nah tapi untuk memproses itu ada bagian pipa yang harus diperbaiki, diluruskan," kata Muslim, Rabu.
Muslim menyebut insiden tersebut sebagai kecelakaan kerja. Menurutnya, para pekerja tak sengaja membuka bagian pipa hingga air mancur deras dan berbuih setelah menghantam bebatuan di bawahnya.
"Bukan kebocoran, mungkin dia buka pipa itu sehingga air itu langsung terjun ke bawah kena batu-batu itu," jelasnya.
Meski busa langsung hilang dalam hitungan jam, Pemprov NTB tetap mengambil sampel air laut berbuih tersebut dan mengecek kandungannya melalui uji laboratorium. Menurut Muslim, sanksi tegas hingga jalur hukum bakal ditempuh jika hasil laboratorium membuktikan adanya pencemaran berbahaya.
"Kami tetap berprasangka baik bahwa semua proses dilaksanakan. hasil lab sedang berproses hari ini mudah-mudahan berapa hari akan keluar," tutur Muslim.
Muslim mengatakan tim pengawas pusat juga diterjunkan ke lokasi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dokumen perizinan tambak udang tersebut lengkap. Ia berharap bisnis tambak tidak mengorbankan ekosistem laut yang juga menjadi sumber air budidaya.
"Besok kami akan melakukan upaya proses langkah proaktif terhadap seluruh tambak-tambak yang ada di NTB pun yang membuang limbahnya ke laut, kami akan melakukan pembinaan sekaligus melakukan uji petik," tegas Muslim.