Gempa susulan yang mengguncang wilayah Palue, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu longsor di Bukit Uje Ubi, Rabu (19/8/2026) siang. Warga yang berada di tenda pengungsian panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Video yang beredar viral memperlihatkan material longsor dari Bukit Uje Ubi. Longsor terjadi setelah guncangan gempa sekitar pukul 11.45 Wita.
Nestor Langga, warga Desa Rokirole, mengatakan longsor terjadi di Bukit Uje Ubi yang menjadi akses penghubung Desa Rokirole dan Nitunglea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nestor, warga yang berada di tenda pengungsian langsung panik saat gempa mengguncang. Sejumlah warga bahkan sesekali berlari karena ketakutan.
"Panik dan sesekali lari ketakutan," ujar Nestor saat dikonfirmasi detikBali.
BMKG merilis dua gempa beruntun terjadi siang ini. Gempa pertama berkekuatan M 2,9 terjadi pada kedalaman 13 kilometer di Laut Mbay, Nagekeo, pukul 11.45 Wita.
Gempa kedua terjadi pada pukul 11.57 Wita dengan kekuatan M 4,3. Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer di Timur Laut Ruteng-Manggarai.
Sementara itu, Felix Tampu, warga Elar, Manggarai Timur, mengisahkan gempa yang terjadi di Desa Rana Gapang pada Sabtu (15/8) lalu.
Felix mengatakan gempa pertama terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itu, kekuatan gempa masih kecil dan warga masih tertidur lelap.
Sekitar pukul 05.30 Wita, warga tersadar setelah mendengar bunyi tembok rumah tetangga roboh.
"Semua orang tidak bisa lihat karena abu tembok bangunan," ujar Felix, Rabu siang.
Felix mengatakan sejumlah bangunan roboh akibat gempa. Namun, hingga kini warga yang terdampak disebut belum tersentuh bantuan.
"Sampai saat ini belum satupun bantuan meskipun sejak kmarin baru pendataan untuk korban dari aparat desa setempat," tandasnya.
(dpw/dpw)