Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyurati PT Pertamina Patra Niaga dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) agar menambah alokasi kuota liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg). Penambahan kuota diperlukan untuk memenuhi kebutuhan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, mengatakan distribusi penambahan alokasi kuota LPG 3 kg dilakukan ke seluruh wilayah, terutama ke daerah dengan konsumsi tinggi, seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah. Proses dropping kuota tambahan sudah mulai berjalan secara bertahap setelah Dinas ESDM NTB bersurat secara resmi kepada Hiswana Migas.
"Kemarin kami sudah koordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina untuk penambahan kuota menghadapi 17 Agustus dan Maulid Nabi. Pada prinsipnya permintaan hampir sama dengan tahun lalu, namun proses dropping-nya disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan," ujar Samsudin di Mataram, Senin (17/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Samsudin, tren konsumsi gas melon selalu mengalami lonjakan pada momentum krusial dan hari besar keagamaan. Karena itu, penambahan pasokan difokuskan melebihi batas permintaan normal guna menjamin ketersediaan stok di tengah masyarakat.
Dinas ESDM NTB bersama kabupaten/kota, Pertamina, dan Dinas Perdagangan juga memperketat pengawasan jalur distribusi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan serta perilaku oknum pengecer yang kerap memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga di luar harga eceran tertinggi (HET).
"Rata-rata ada oknum di tingkat pengecer yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga setinggi-tingginya. Kalau dari SPBE, agen sampai pangkalan pengawasannya jelas. Yang di tingkat pengecer ini perlu langkah antisipasi bersama, salah satunya melalui operasi pasar," jelas Samsudin.
Samsudin menegaskan satuan tugas (satgas) khusus bersama instansi terkait siap diterjunkan untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi penimbunan jika kondisi di lapangan terdesak.
"Kami selalu mengantisipasi penggunaan besar LPG di hari-hari besar. Makanya kami sudah bersurat untuk penambahan stok ke Pertamina," jelas Samsudin.