Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) merespons pernyataan artis Jessica Mila bahwa ada banyak wisatawan dan kapal wisata yang berkunjung ke Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari dia berlibur ke sana.
Liburan Jessica Mila dan rombongannya ke Pulau Padar pada 7 Agustus lalu disorot banyak pihak karena masih dalam periode penutupan pelayaran kapal wisata akibat cuaca buruk. Kapal yang membawa rombongan Jessica Mila ke Pulau Padar itu mengabaikan larangan berlayar dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.
BTNK membenarkan ada kapal wisata dan pengunjung lain selain rombongan Jessica Mila pada 7 Agustus itu. Namun, jumlahnya tak sebanyak saat situasi normal kunjungan wisatawan ke Pulau Padar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tanggal tersebut memang terdapat beberapa pengunjung dan kapal wisata di Pulau Padar, namun jumlahnya tidak sebanyak kondisi ramai pada periode kunjungan normal," kata BTNK dalam keterangan tertulis kepada detikBali, Selasa (11/8/2026).
BTNK menyebut hampir 200 wisatawan berkunjung ke Pulau Padar pada hari rombongan Jessica Mila berlibur ke destinasi yang menawarkan pemandangan alam indah tersebut.
"Data kunjungan di Padar Selatan pada 7 Agustus 2026 sebanyak 190 orang," jelas BTNK.
Adapun saat situasi ramai, kunjungan wisatawan ke Pulau Padar sangat tinggi, namun dibatasi paling banyak 1.000 orang per hari. Trekking ke Pulau Padar dibagi dalam tiga sesi per hari.
Dalam salah satu bagian klarifikasi Jessica Mila melalui unggahan Instagram @jscmila, dikutip Selasa (11/8/2026), istri pengacara Yakup Hasibuan itu mengatakan sejak awal perjalanan tidak mendapat informasi dari kapten kapal mengenai adanya larangan berlayar menuju Pulau Padar.
Jessica Mila juga tidak menaruh kecurigaan apa pun tentang kondisi cuaca sepanjang perjalanan karena dia melihat ada banyak kapal bersandar di Pulau Padar dan wisatawan trekking ke pulau tersebut. Dia juga menyebut kondisi di sekitar lokasi saat itu terlihat relatif baik.
"Perlu aku luruskan, bahwa sejak awal tidak ada pemberitahuan dari captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar. Dan kami pun tidak ada kecurigaan sama sekali sepanjang perjalanan karena, ada banyak kapal-kapal lain dan turis lain yang bersandar dan naik kapal ke Pulau Padar pada hari itu dan cuaca relatif baik," kata Jessica.
Layanan Wisata Tetap Dibuka
Sebelumnya, BTNK menjelaskan alasan tetap melayani Jessica Mila dan wisatawan lain yang berkunjung ke Pulau Padar saat pelayaran kapal wisata ditutup pada 7 Agustus 2026.
Penutupan pelayaran kapal wisata saat itu dilakukan KSOP Kelas III Labuan Bajo akibat cuaca buruk. Namun, penutupan pelayaran tersebut tidak serta-merta membuat layanan wisata di kawasan TN Komodo ikut ditutup.
Dalam keterangan tertulis kepada detikBali, Selasa (11/8/2026), BTNK mengatakan Jessica Mila dan wisatawan lainnya tetap dilayani untuk trekking ke Pulau Padar seperti hari-hari biasanya.
"Petugas BTNK bertugas setiap hari dalam periode 10 hari sif jaga, sehingga pada tanggal 7 Agustus tetap terdapat petugas di kawasan Pulau Padar. Kegiatan pelayanan wisata di Taman Nasional Komodo tetap berjalan sebagaimana biasa," jelas BTNK.
BTNK menjelaskan terdapat sejumlah alasan petugas tetap bekerja selama periode penutupan pelayaran kapal wisata. Salah satunya karena terdapat kemungkinan kapal-kapal wisata sudah berada di dalam kawasan TN Komodo sebelum pemberlakuan penutupan pelayaran oleh KSOP.
Selain itu, ada kemungkinan kapal wisata datang dari arah barat atau luar area penutupan, seperti dari wilayah Sape dan sekitarnya.
"Petugas di lapangan memberikan pelayanan kepada pengunjung yang berada di kawasan sesuai ketentuan yang berlaku," tegas BTNK.
(dpw/dpw)