detikBali

Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo Digelar 10-15 Agustus, Ini Rangkaian Acara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo Digelar 10-15 Agustus, Ini Rangkaian Acara


Ambrosius Ardin - detikBali

Prosesi laut Patung Bunda Maria diarak dengan kapal pinisi ke pelabuhan dalam rangkaian Festival Golo Koe di Labuan Bajo, NTT, Rabu (14/8/2024)
Prosesi laut Patung Bunda Maria diarak dengan kapal pinisi ke pelabuhan dalam rangkaian Festival Golo Koe di Labuan Bajo, NTT, Rabu (14/8/2024). Foto: Ambrosius Ardin/detikBali
Denpasar -

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara kembali digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), 10-15 Agustus 2026. Pekan puncak Festival Golo Koe kelima itu dilaksanakan di kawasan Waterfront City Labuan Bajo.

Wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo dapat mengunjungi festival yang berlangsung hampir sepekan tersebut. Selama festival berlangsung, pengunjung akan disuguhkan pameran ekonomi kreatif, pentas seni budaya, karnaval, hingga prosesi akbar laut dan darat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Festival ini digelar Gereja Katolik Keuskupan Labuan Bajo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Pembukaan festival yang masuk 10 besar (top ten) Karisma Event Nusantara (KEN) itu dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 pukul 15.30 Wita.

"Festival Golo Koe 2026 adalah perayaan iman, budaya, sosial, dan ekologi. Labuan Bajo mengundang seluruh masyarakat untuk hadir, melangkah bersama, dan mengambil bagian dalam gerakan memulihkan bumi," kata anggota tim publikasi dan promosi Festival Golo Koe, Romo Heribertus Ratu, Minggu (9/8/2026).

ADVERTISEMENT

Heribertus mengatakan Festival Golo Koe 2026 mengusung tema "Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan" dengan tagline "Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi".

"Festival ini bukan sekadar pesta budaya dan iman, melainkan juga panggilan bersama untuk menjaga kelestarian ciptaan," jelas Heribertus.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Labuan Bajo ini mengatakan pengunjung dapat menyaksikan sejumlah kegiatan sepanjang puncak festival tersebut. Sejak hari pertama, pengunjung akan disambut dengan pameran UMKM, pentas seni, dan berbagai atraksi budaya yang menampilkan kekayaan lokal.

Namun, Heribertus menegaskan, inti dari festival ini bukan hanya hiburan. Pada 11 Agustus, rangkaian acara akan menekankan komitmen ekologis melalui aksi ekologis di Pantai Binongko. Yakni ibadat ekologi, pembersihan sampah, dan penanaman mangrove.

"Langkah nyata ini menjadi simbol bahwa iman dan budaya berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga bumi," kata Herubertus.

Ia menjelaskan Festival Golo Koe 2026 menempatkan isu lingkungan sebagai inti perayaan. Selain aksi penanaman mangrove, panitia menyiapkan booth (stan) khusus untuk edukasi ekologis di lokasi selama festival berlangsung, pameran dan membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

Pada hari-hari berikutnya akan diisi dengan kegiatan sosial-karitatif, karnaval budaya yang meriah, hingga tarian kolosal yang melibatkan ratusan penari dari SMKS Stella Maris Labua Bajo.

Tradisi lokal, terang Heribertus juga mendapat panggung besar melalui Pentas Caci Kolosal dari siswa-siswi SMKS Stella Maris dan SMKN 3 Komodo pada 13 Agustus, memperlihatkan kekuatan budaya Manggarai yang penuh makna.

Puncak spiritualitas festival hadir pada 14 Agustus dengan Prosesi Akbar Maria Asumta Nusantara. Patung Bunda Maria akan diarak dari Gereja Stella Maris menuju Dermaga Biru, kemudian mengikuti prosesi laut hingga tiba di Gua Maria Golo Koe.

"Prosesi ini menjadi simbol perjalanan iman yang menyatukan umat dalam doa dan kebersamaan.

Sebagai penutup, 15 Agustus akan menghadirkan Ekaristi Agung Maria Asumta Nusantara di Waterfront City. Dilanjutkan dengan konser musik yang menghadirkan bintang tamu Alvin Jo, jebolan X-Factor Indonesia musim ke-3.



(nor/nor)









Hide Ads