Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memetakan 40 desa rawan kekeringan akibat kemarau ekstrem dan fenomena El Nino. Warga diminta untuk hemat air serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Akibat kemarau ekstrem 2026 dan fenomena El Nino, Kabupaten Bima menghadapi potensi bencana kekeringan yang meluas di sejumlah wilayah," ucap Kepala BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis, dikonfirmasi detikBali, Jumat (8/8/2026).
Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, 40 desa rawan kekeringan tersebut tersebar di 13 kecamatan. "Estimasi populasi yang terdampak mencapai 8.665 Kepala keluarga (KK) atau 27.343 jiwa," sebut Muis.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, dia berujar, telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan semakin meluas. Termasuk dengan memastikan distribusi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
Simak Video "Video 2 Anggota DPRD NTB Ditahan Usai Jadi Tersangka Kasus Uang 'Siluman' Pokir"
(iws/iws)