detikBali

9 Kelurahan di Bima Krisis Air Akibat Cuaca Ekstrem, Warga Andalkan Bantuan

Terpopuler Koleksi Pilihan

9 Kelurahan di Bima Krisis Air Akibat Cuaca Ekstrem, Warga Andalkan Bantuan


Sui Suadnyana, Rafiin - detikBali

Warga di Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga, Kota Bima, NTB, mengantre bantuan air bersih, Senin (3/8/2026) sore. (Rafiin/detikBali)
Foto: Warga di Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga, Kota Bima, NTB, mengantre bantuan air bersih, Senin (3/8/2026) sore. (Rafiin/detikBali)
Bima -

Sembilan kelurahan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda kekeringan hingga mengalami krisis air akibat cuaca ekstrem. Warga yang terdampak kini mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

"Kekeringan dan krisis air bersih melanda sembilan kelurahan. Itu sesuai data terakhir bulan Juli yang dihimpun," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Faruk, saat dikonfirmasi detikBali, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan kelurahan yang mengalami krisis air tersebar di empat kecamatan, yakni Kelurahan Paruga, Kelurahan Tanjung, dan Kelurahan Pane di Kecamatan Rasanae Barat; Kelurahan Sambinae, Kelurahan Panggi, Kelurahan Manggemaci, dan Kelurahan Monggonao di Kecamatan Mpunda; Kelurahan Rontu di Kecamatan Raba; serta Kelurahan Melayu di Kecamatan Asakota.

"Sementara total yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih ada sebanyak 1.129 kepala keluarga (KK) atau 3.677 jiwa," terang Faruk.

ADVERTISEMENT

Ribuan warga yang terdampak kekeringan ekstrem itu kini hanya mengandalkan air dari bantuan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, BPBD Kota Bima sudah menyalurkan sebanyak 509.200 liter air bersih.

"BPBD mencatat perkiraan kerugian akibat kekeringan dari Januari hingga Desember 2026 mencapai Rp 25,3 miliar," terang Faruk.

Selain BPBD Kota Bima, air bersih bantuan juga disalurkan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram (BBWS NT I). Tim BBWS NT I mengerahkan dua truk tangki berkapasitas 5.000 liter pada Senin (3/8/2026).

"Hari ini kami dropping air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan pada empat titik di Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima," ucap Plt Kepala BBWS NT I Mataram, Autonius Suryono.

Empat titik yang disalurkan air bersih meliputi RT 17, 18 BTN Sarata, Lingkungan Sarata, dan Lingkungan Bara Barat. Keempat titik tersebut merupakan bagian dari Kelurahan Paruga.

Di antara sembilan kelurahan yang dilanda kekeringan, Kelurahan Paruga menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Ada 397 KK atau 1.217 jiwa yang kekurangan air di kelurahan tersebut.

"Air bersih yang didistribusikan sebanyak 10 ribu liter. Di sini warga krisis air bersih karena terdampak kekeringan. Untuk kebutuhan sehari-hari mereka harus mengisi atau membeli air isi ulang," terang Suryono.

Suryono menambahkan BBWS NT I akan terus memantau kondisi kekeringan yang dipicu kemarau ekstrem. BBWS NT I juga tetap bersiaga untuk menyalurkan bantuan air bersih jika dibutuhkan oleh warga yang terdampak.



(iws/iws)











Hide Ads