Anggaran pembangunan gedung baru DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi membengkak menjadi sekitar Rp 250 miliar. Nilai itu terdiri atas anggaran konstruksi sekitar Rp 200 miliar ditambah usulan Rp 50 miliar untuk pengadaan interior dan mebeler.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB Lalu Kusuma Wijaya mengatakan tambahan anggaran tersebut diusulkan agar gedung baru DPRD bisa langsung digunakan setelah pembangunan fisik selesai.
"Usulan awal untuk konstruksi gedungnya saja sekitar Rp 200-an miliar. Tapi tadi ada masukan agar diupayakan sekalian untuk kebutuhan mebeler di dalam gedung, diperkirakan sekitar Rp 50 miliar. Namun angka ini sifatnya masih usulan," ujar Wijaya saat ditemui di Mataram, Selasa (4/8/2026).
Wijaya mengatakan gedung baru DPRD NTB akan dibangun lima lantai, terdiri atas satu basement untuk parkir dan empat lantai sebagai ruang kerja anggota dewan serta kegiatan legislatif.
Desain bangunan mengusung kearifan lokal yang merepresentasikan tiga etnis besar di NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo. Gedung itu juga diarahkan menerapkan konsep green building.
"Pak Gubernur minta disiapkan penggunaan panel surya untuk efisiensi operasional listrik dan air. Gedung ini juga diintegrasikan dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lantai bawah untuk mendukung era kendaraan listrik," jelasnya.
Selain tahan gempa, gedung untuk 65 anggota DPRD itu akan dilengkapi instalasi kabel bawah tanah, taman, kolam retensi, serta ruang aspirasi yang ditempatkan lebih jauh dari jalan utama guna mengantisipasi potensi kerusuhan saat aksi massa.
Saat ini proyek masih memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan selesai pada September 2026.
"Begitu DED selesai, proyek akan langsung masuk ke tahap pengadaan melalui mekanisme lelang dini yang ditargetkan mulai Oktober atau November 2026," ucapnya.
Pembangunan gedung melalui pendanaan APBN itu akan menggunakan skema single year. Penandatanganan kontrak ditargetkan berlangsung pada Januari 2027.
"Nah, pekerjaan fisik diperkirakan memakan waktu 11 bulan sehingga Desember 2027 sudah selesai," kata Wijaya.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, gedung baru DPRD NTB akan diserahterimakan dan mulai digunakan pada awal 2028.
"Jadi tahun 2028 bisa digunakan. Jadi nanti DPRD sudah tidak, mohon maaf, sudah kembali ke tempat yang semestinya Insyaallah," tandas Wijaya.
Simak Video "Mengagumi Mutiara Hasil Panen di Lombok"
(dpw/dpw)