detikBali

Sebelum Kena OTT, LAZ Diam-diam Lobi Kursi Ketua Gerindra NTB

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sebelum Kena OTT, LAZ Diam-diam Lobi Kursi Ketua Gerindra NTB


Ahmad Viqi - detikBali

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Lalu Ahmad Zaini, setelah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT). Pada Selasa (21/7/2026), Lalu Ahmad Zaini tampak digiring menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sementara penyidik juga memperlihatkan tumpukan uang tunai yang disita sebagai barang bukti.
Lalu Ahmad Zaini (LAZ) saat ditahan KPK. (Foto: Ari Saputra/detikfoto)
Lombok Barat -

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN Nusa Tenggara Barat (NTB) Muazzim Akbar mengungkap alasan di balik pemecatan Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Selain tersandung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), eks Ketua DPW PAN NTB itu disebut diam-diam melobi agar menjadi Ketua DPD Partai Gerindra NTB saat masih memimpin PAN.

Muazzim mengatakan informasi tersebut diperoleh langsung dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Menurutnya, LAZ beberapa kali menemui pimpinan DPP Partai Gerindra, termasuk Dasco, untuk mengejar posisi Ketua DPD Gerindra NTB.

"Saya harus sampaikan ke media, ternyata yang bersangkutan ini saat masih menjabat ketua DPW pernah diam-diam menawarkan dirinya menjadi Ketua DPD Gerindra. Bahkan sudah bertemu berkali-kali, termasuk dengan Pak Dasco. Nah, ini kan jelas dan tidak paham etika berpolitik," tegas Muazzim saat Pelantikan Relawan dan Rapat Kerja Daerah PAN NTB di Gerung, Lombok Barat, Sabtu (1/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan anggota DPRD NTB itu menyebut manuver LAZ telah diketahui jajaran DPP PAN. Kondisi tersebut, kata dia, semakin memperburuk hubungan LAZ dengan partai setelah terjaring OTT KPK bersama tersangka lainnya.

ADVERTISEMENT

"Ketua Umum sendiri yang menyampaikan informasi ini langsung ke saya kemarin. Bagaimana bisa saat masih menjabat ketua di DPW PAN, malah melamar ingin jadi ketua partai lain?" lanjutnya.

Muazzim enggan berspekulasi soal motif di balik langkah LAZ, apakah berkaitan dengan Pilgub atau kepentingan politik lainnya. Namun, ia menilai tindakan tersebut mencederai etika dan komitmen terhadap organisasi.

Muazzim memastikan dinamika internal itu tidak berdampak terhadap kekuatan PAN di NTB. Menurutnya, pemberhentian LAZ justru menjadi momentum konsolidasi internal.

"Apakah berpengaruh? Sama sekali tidak ada. PAN justru jauh lebih solid. Di Lombok Barat juga konsolidasi semakin kuat," ujarnya.

Usai pembenahan internal, DPW PAN NTB langsung menggelar konsolidasi di seluruh kabupaten/kota. Muazzim menargetkan PAN menjadi pemenang Pemilu 2029 di NTB.

"Target kami jelas, PAN akan turun terus ke masyarakat. Kami tidak cuma mengincar pemenang kedua atau ketiga, tapi target insyaallah PAN menjadi pemenang nomor satu di NTB pada 2029 nanti. Mohon doa dan dukungannya," pungkasnya.



(dpw/dpw)









Hide Ads