detikBali

32 Rumah-6 Mobil di TTS Dirusak Keluarga Mantan DPRD yang Tewas Dianiaya

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

32 Rumah-6 Mobil di TTS Dirusak Keluarga Mantan DPRD yang Tewas Dianiaya


Yufengki Bria - detikBali

Polisi saat menunjukan mobil yang mengalami kerusakan akibat dilempari massa di Kecamatan Amanuban Selatan, TTS, NTT, Minggu (26/7/2026).
Polisi saat menunjukan mobil yang mengalami kerusakan akibat dilempari massa di Kecamatan Amanuban Selatan, TTS, NTT, Minggu (26/7/2026). (Foto: Dok Polres TTS)
Timor Tengah Selatan -

Sekelompok orang dari keluarga mantan anggota DPRD, Gustaf Nabuasa yang tewas dianiaya merusak 32 rumah dan 6 mobil milik warga di Dusun Hautias, Desa Oebelo dan Dusun Oetene, Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Aksi ini diduga sebagai bentuk balas dendam.

Gustaf diketahui merupakan korban yang tewas dipukuli kayu oleh dua orang warga, yakni Jemi Benu dan Leonard Asbanu, di persawahan Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan pada Selasa (9/6/2026).

"Aksi penyerangan ini diduga dipicu oleh rasa tidak puas dan upaya balas dendam dari pihak keluarga almarhum Gustaf Nabuasa atas kasus penganiayaan berat sebelumnya yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen kepada detikBali, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendra menuturkan kejadian itu bermula saat sekelompok massa yang berjumlah puluhan orang mendatangi pemukiman warga menggunakan sepeda motor, mobil pikap serta dump truk, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Massa kemudian berhenti dan melempari pemukiman warga menggunakan batu serta alat lainnya. Dalam aksi anarkis tersebut, sebanyak 32 rumah mengalami kerusakan di bagian pintu, kaca jendela, dinding, perabot rumah tangga, serta sebuah tandon air kapasitas 5.000 liter rusak parah.

ADVERTISEMENT

Kemudian, enam mobil yang terdiri dari pikap, mobil pribadi, dan dump truk mengalami pecah kaca bagian depan, samping, dan belakang. Menurut Hendra, aksi perusakan yang berlangsung secara mendadak itu membuat masyarakat panik dan ketakutan.

Akibatnya, seorang perempuan bernama Horiana Asbanu sempat pingsan. Sehingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pratama Kualin.

"Setelah kami memperoleh informasi kejadian tersebut, saya langsung perintahkan anggota untuk segera ke lokasi. Jadi tim gabungan langsung melakukan olah TKP dan mengamankan situasi di lapangan," tutur Hendra.

Hendra mengatakan sebagai upaya untuk mencegah munculnya konflik susulan maupun aksi balasan dari warga yang dirugikan, Polres TTS bersama Polsek Amanuban Selatan telah mengambil sejumlah langkah preventif di antaranya, melakukan pendekatan intensif kepada pihak keluarga almarhum Gustaf Nabuasa maupun masyarakat terdampak untuk menahan diri demi menjaga situasi kondusif.

Selain itu, Polres TTS juga memperketat patroli siber dan pengawasan di media sosial untuk meminimalisir penyebaran informasi hoaks dan narasi provokatif yang berpotensi memperkeruh suasana.

"Jajaran Satreskrim Polres TTS masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi serta menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Tapi, sejak pagi situasi kamtibmas terpantau aman dan terkendali ya," pungkas Hendra.



(mud/mud)









Hide Ads
LIVE