detikBali

Tewas Saat Snorkeling, Jenazah 2 Turis China Masih Tertahan di RSUD Komodo

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tewas Saat Snorkeling, Jenazah 2 Turis China Masih Tertahan di RSUD Komodo


Ambrosius Ardin - detikBali

Tim SAR mengevakuasi turis China yang tewas tenggelam saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (15/7/2026)
Tim SAR mengevakuasi turis China yang tewas tenggelam saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (15/7/2026). (Foto: Dok. Basarnas Maumere)
Manggarai Barat -

Jenazah dua wisatawan asal China yang tewas saat snorkeling masih tertahan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat hari sudah jenazah dua turis China itu berada di RSUD Komodo.

"Belum dipulangkan, masih di RSUD Komodo," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kompdo Paulus Ndarung, Sabtu (18/7/2026).

Turis bernama Guo Xingyou (29) dan Sha Gingyang (30) itu tewas saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, pada Rabu (15/7) siang. Keduanya merupakan pasangan suami istri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paulus mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa keluarga korban akan datang menjemput kedua jenazah tersebut. Menurutnya, keluarga korban di China masih mengurus visa untuk bisa datang ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Informasi terakhir dari konsulat (China), keluarganya akan datang ke Indonesia. Sekarang keluarga sedang menunggu proses pembuatan visa ke Indonesia," ungkap Paulus.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, mengaku telah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (China) di Bali untuk pemulangan kedua jenazah tersebut.

"Kami sampaikan terkait hal ini ke perwakilannya konsulat Jenderal RRT (Republik Rakyat Tiongkok) di Bali. Infonya sudah disampaikan ke keluarganya. Nanti keluarganya akan datang ke Labuan Bajo," kata Christian.

Kecelakaan wisata itu bermula ketika kapal dek terbuka (open deck) KM Rinca Story (GT 19) berangkat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo pada 15 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 Wita. Kapal milik Agus Prawijaya tersebut membawa sejumlah turis domestik dan asing menuju Pulau Kelor.

Setibanya di lokasi, para wisatawan turun ke pantai. Mereka melakukan treking di Pulau Kelor sebelum snorkeling. Saat kedua turis China itu snorkeling, tak ada kru kapal maupun pemandu wisata (tour guide) yang mengawasinya.

Dua turis China itu juga diketahui tidak memakai pelampung (life jacket) saat snorkeling. Kru kapal hanya membekali kedua wisatawan itu dengan masker selam (goggles) dan kaki katak (fins).

Tak lama berselang, Guo Xingyou ditemukan mengapung di perairan Pulau Kelor. Sejumlah wisatawan lain mencoba memberikan pertolongan dengan Resutisasi Jantung Paru (RJP), tapi nyawanya tak tertolong.

Sedangkan, jasad Sha Gingyang ditemukan pada kedalaman 23 meter di dasar laut oleh tim SAR gabungan. Jasad kedua turis itu kemudian dievakuasi ke RSUD Komodo.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads