detikBali

Hindari Kesan Angker, Pemkot Mataram Siapkan Pemakaman Modern

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Hindari Kesan Angker, Pemkot Mataram Siapkan Pemakaman Modern


Nathea Citra - detikBali

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana diwawancarai Rabu (1/4/2026).
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tengah mempersiapkan pembangunan tempat pemakaman umum (TPU) berskala regional seluas 2 hektare. TPU ini dirancang dengan konsep modern, ramah lingkungan, serta jauh dari kesan angker.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menuturkan seluruh proses pembebasan lahan hingga perancangan ruang pemakaman sedang berlangsung. Ia menargetkan pemakaman modern ini dapat diresmikan pada HUT Kota Mataram, Agustus mendatang.

"Clearing lahannya sedang berjalan. Nanti kami agendakan peresmiannya pada saat HUT. Tapi sebelum itu, regulasinya yang paling penting harus kami buat terlebih dahulu," kata Mohan saat diwawancarai, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mohan mengatakan regulasi baru mengenai pemakaman ini segera disosialisasikan kepada masyarakat Mataram. Hal itu bertujuan agar aturan-aturan baru tersebut dapat dipahami sebelum TPU itu mulai digunakan.

Salah satu poin penting pada regulasi TPU modern tersebut ialah larangan mendirikan bangunan makam yang bersifat permanen. Mohan menjelaskan pemakaman itu dirancang sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

ADVERTISEMENT

"Ada banyak aturan ketat yang kami terapkan di sana. Salah satunya tidak boleh ada bangunan makam yang permanen. Itulah bagian regulasi yang sedang kami persiapkan matang-matang," ungkap Mohan.

Selain lahan utama seluas 2 hektare, Pemkot Mataram juga tengah menyiapkan satu lokasi TPU di kawasan Pandan Salas, Mataram. Lahan hibah seluas 20 are ini juga bakal dikelola dengan konsep serupa.

"Sekitar 20 are-an. Konsepnya TPU juga, itu yang kira-kira kami siapkan," imbuhnya.

Pemkot Mataram, dia berujar, akan mengatur secara detail mengenai mekanisme pelayanan pemakaman. Termasuk aksesibilitas bagi warga yang tinggal di Mataram, tapi masih memegang KTP luar daerah.

"Kita tahu kota ini sangat heterogen dan banyak pendatang. Kami melihat ada kebutuhan penting untuk memfasilitasi warga yang sudah berikhtiar tinggal dan memutuskan menetap di Mataram sampai akhir hayatnya. Kami tidak ingin ada konflik-konflik sosial yang berkaitan dengan isu pemakaman di kemudian hari. Lahan dua hektare ini adalah jawabannya," tuturnya.

TPU seluas 2 hektare ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Termasuk area hijau yang luas, pencahayaan optimal, layanan ambulans, hingga pengeras suara atau sound system lengkap.

"Ke depan kami akan sediakan satu mobil jenazah, alat sound system, jadi semua sudah paripurna," pungkasnya.



(iws/iws)











Hide Ads