detikBali

Keluarga Man Colik Syok, Pelaku Pembunuhan Ternyata Masih Satu Banjar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Keluarga Man Colik Syok, Pelaku Pembunuhan Ternyata Masih Satu Banjar


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Polisi menggelandang Agus Novit Pramana Putra alias Petong, pelaku pembunuhan I Nyoman Cita alias Man Colik di Klungkung, Jumat (7/7/2026).
Polisi menggelandang Agus Novit Pramana Putra alias Petong, pelaku pembunuhan I Nyoman Cita alias Man Colik di Klungkung, Jumat (7/7/2026). (Foto: Abdurrasyid Efendi/detikBali)
Klungkung -

Keluarga I Nyoman Cita (50) alias Man Colik dibuat terkejut setelah polisi mengungkap pelaku pembunuhan korban. Mereka tak menyangka pelaku, Agus Novit Pramana Putra alias Petong (30), ternyata masih satu banjar dengan korban.

"Kami tidak menduga kalau pelakunya adalah orang yang masih satu banjar dengan korban. Kami tidak bisa ngomong apa-apa lagi," kata adik korban, Ketut Buda Ana, Jumat (17/7/2026).

Ana mengaku keluarganya tidak mengetahui korban dan pelaku saling mengenal. Ia juga tidak mengetahui keseharian Petong karena yang bersangkutan tinggal di Denpasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak begitu mengetahui gerak-gerik dari pelaku. Tidak tahu juga karena dia tinggal di Denpasar. Kalau orangnya tahu, karena kita satu banjar," jelasnya.

Terungkapnya pelaku membuat keluarga korban sedikit lega. Buda Ana berharap pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya.

ADVERTISEMENT

Keluarga juga mulai menyiapkan prosesi ngaben untuk Man Colik yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026.

"Untuk rencana pengabenan tanggal 24. Saat ini sudah mulai persiapan seperti membuat sesajen," pungkasnya.

Motif Pembunuhan

Sebelumnya, polisi menangkap Agus Novit Pramana Putra alias Petong (30) di sebuah rumah kos di Jalan Mahendradata Selatan, Kecamatan Denpasar Barat, Jumat (17/7) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.

"Pelaku berhasil kami amankan di sebuah kos-kosan di Jalan Mahendradata Selatan, Kecamatan Denpasar Barat, pada Jumat pukul 02.00 dini hari tadi," kata Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo.

Reno mengungkapkan Petong nekat membunuh Man Colik karena sakit hati terhadap unggahan korban di media sosial. Pelaku merasa harkat dan martabatnya direndahkan oleh korban.

"Untuk motifnya karena pelaku sakit hati terhadap perkataan dari korban di media sosial yang menyinggung dan merendahkan harkat dan martabat pelaku," terang Reno.

Saat beraksi, Petong menusuk Man Colik sebanyak empat kali, yakni satu tusukan di perut, dua tusukan di punggung, dan satu tusukan di pinggang kanan.

Man Colik sebelumnya ditemukan tewas mengapung di aliran Tukad Bubuh pada Kamis (2/7) pagi. Sebelum ditemukan, korban sempat dilaporkan hilang setelah pamit mandi ke sungai pada Rabu (1/7) malam.

Jasad korban ditemukan dalam posisi telungkup di sebelah selatan jembatan Bypass dekat Kantor KPU Klungkung sekitar pukul 07.30 Wita. Polisi menemukan sejumlah luka robek di tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.



(dpw/dpw)









Hide Ads