Siswi SMP yang Dinikahkan Dini di Lombok Barat Ingin Lanjut Sekolah

M. Zahiruddin - detikBali
Selasa, 23 Jun 2026 18:15 WIB
Foto: Kepala Dinsos PPA Lombok Barat, Arief Suryawirawan, Selasa (23/6/2026). (M Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Anak perempuan yang dinikahkan dini oleh orang tuanya di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya. Saat ini, anak tersebut masih tercatat sebagai siswi kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) Lombok Barat, Arief Suryawirawan, mengatakan pihaknya telah turun langsung meninjau kondisi anak tersebut pada Jumat (19/6/2026).

"Kemarin kami sudah turun pas hari Jumat. Kami minta yang penting anak ini jangan sampai putus sekolah. Dan dia mau sekolah lagi," ungkapnya, Selasa (23/6/2026).

Arief mengungkapkan anak tersebut saat ini dalam keadaan baik dan belum memerlukan pendampingan psikologis.

Meski demikian, Dinsos PPA tetap akan melakukan pemantauan dan asesmen untuk memastikan kondisi psikologis anak tersebut tetap dalam kondisi baik.

"Baik-baik saja sementara ini. Nanti kalau memang mengkhawatirkan, kami akan bawa psikolog ke sana. Nanti hasil asesmennya kita lihat lagi bagaimana," tuturnya.

Arief meminta masyarakat sebaiknya tidak memberikan stigma buruk atau menghakimi anak tersebut karena pernikahan dini yang dialaminya bukan atas keinginan sendiri.

"Ya karena ini kan dia dipaksa kawin oleh orang tuanya. Padahal tidak ngapa-ngapain. Hanya karena baru pulang terus rambutnya acak-acakan, padahal bisa saja karena tidak pakai helm," katanya.



Simak Video "Video: Langkah Konkret Wihaji Reduksi Angka Stunting"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork