Video seorang ayah di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), membakar ijazah hingga seragam sekolah anaknya viral di media sosial. Aksi itu dipicu kekecewaan orang tua karena anak perempuannya yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) menikah di usia dini.
Dalam video yang beredar, pria tersebut tampak membakar berbagai barang pribadi milik anaknya. Barang yang dibakar mulai dari ijazah Sekolah Dasar (SD), seragam sekolah, buku tulis, hingga sepatu.
Sambil merekam kobaran api yang melahap barang-barang itu, pria tersebut mengungkapkan rasa kecewa karena merasa gagal mendidik anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasa kekecewaan orang tua gagal mendidik anak. Semoga tidak dialami sama teman-teman yang punya anak cewek masih sekolah. Cukup saya saja yang merasakannya," ucap pria dalam video tersebut, dilihat detikBali, Rabu (17/6/2026).
Kepala Desa Benarkan Kejadian
Kepala desa setempat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut aksi pembakaran itu dilakukan sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan orang tua.
"Iya benar (ada kejadian tersebut), Lebih ke rasa kecewa dia," katanya saat dikonfirmasi via Whatsapp.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika anak perempuan itu tidak kunjung pulang hingga pukul 21.00 Wita bersama pacarnya.
Karena mengacu pada adat Lombok dan tidak terima anaknya berada di luar rumah hingga malam, ayah tersebut kemudian membawa pulang anaknya. Setelah itu, ia menyerahkan anaknya ke rumah orang tua sang pacar untuk dinikahkan.
"Menurut kadusnya, itu baru jam 9, enggak diterima oleh orang tua si cewek. Akhirnya dibawa pulang, lalu diserahkan ke pihak laki-laki. Biasalah adat Lombok, kalau kemalaman dinikahin," tuturnya.
Kepala desa tersebut mengaku pihaknya sudah berupaya mencegah pernikahan itu agar tidak terjadi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Sudah terlaksana. Tapi tetap kita lakukan upaya pencegahan, malah dari dulu kita sosialisasi di semua dusun," ujarnya.
Ia juga membantah kabar yang menyebut pernikahan itu terjadi karena kehamilan di luar nikah. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.
"Kalau hamil duluan, ini memang tidak ada sumber saya dengar. Enggak ada. Dan menurut orang tuanya si cowo, tadi saya konfirmasi, dia baru kenal seminggu gimana mau hamil. Kalau saya pikir, ini murni menikah dini," jelasnya.