detikBali

Viral Video Akad Nikah Pengantin Anak SMP di Lombok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral Video Akad Nikah Pengantin Anak SMP di Lombok


Edi Suryansyah - detikBali

Tangkapan layar video viral pengantin anak SMP ijab kabul di Lombok Tengah, NTB.
Tangkapan layar video viral pengantin anak SMP ijab kabul di Lombok Tengah, NTB. (Foto: dok. Istimewa)
Lombok Tengah -

Video yang memperlihatkan prosesi akad nikah dua anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial. Pernikahan pasangan yang disebut sebagai 'pengantin cilik' itu memicu perhatian warganet.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Facebook @Burhan pada Jumat (6/3/2026). Hingga Sabtu (7/3/2026), unggahan itu telah ditonton sekitar 189 ribu kali, disukai lebih dari 2 ribu akun, serta mendapat 578 komentar dari netizen.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Ia juga menyebut prosesi ijab kabul tetap berlangsung meski sebelumnya hujan deras mengguyur lokasi acara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proses ijab kabul penganten cilik seperti ini...tapi alhamadulillah sahh , walaupun di guyur hujan besar seperti ini !!!," tulis akun @Burhan dikutip detikBali, Sabtu (7/3/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan penelusuran detikBali, peristiwa tersebut diduga terjadi di Dusun Mawun, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Kedua anak itu disebut telah melakukan tradisi selarian atau proses mempelai laki-laki membawa pergi mempelai perempuan sekitar sepekan sebelumnya sehingga keduanya kemudian dinikahkan pada Jumat kemarin.

Dinas PPA Buka Suara

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lombok Tengah Baiq Indria Purnawati mengaku belum menerima informasi resmi terkait peristiwa tersebut. Ia mengaku prihatin jika kabar itu benar terjadi.

"Belum ada masuk info terkait perkawinan ini," kata Indria via WhatsApp.

Indria mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Ia juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

"Segera kami hubungi forum anak desa di wilayah itu," bebernya.

Menurut Indria, pihaknya belum bisa mengambil langkah lebih jauh sebelum melakukan pengecekan langsung. Jika peristiwa itu benar terjadi, pihaknya akan memberikan konseling kepada kedua mempelai.

"Setelah itu, baru kami bisa menentukan penanganan selanjutnya," tegasnya.

Indria kembali menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menilai upaya pencegahan pernikahan dini selama ini telah dilakukan secara masif.

"Kami sayangkan sekali. Padahal kampanye pencegahan di tahun 2025 cukup masif dilakukan dinas kami," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads