Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memastikan usulan perbaikan infrastruktur di wilayah Amfoang dan jalan lintas provinsi lainnya tengah diproses pemerintah pusat. Sebelumnya, usulan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungannya ke Amfoang beberapa waktu lalu.
"Kami dari provinsi sudah masukkan usulan sesuai dengan mekanisme yang bisa untuk dilakukan dalam mempercepat proses pembangunan. Saat ini melalui proses yang kami sudah ikuti arahan dari Setwapres, karena dari Pak Wakil Presiden sendiri," ujar Laka Lena diwawancarai di kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov NTT berharap ada respons cepat sehingga pembangunan bisa dimulai tahun ini. "Sekarang masih berproses di pusat, mudah-mudahan cepat bisa direspon dalam waktu dekat ini. Mudah-mudahan dalam tahun ini sudah bisa dibangun," kata politikus Golkar itu.
Untuk penanganan darurat, kata dia, jembatan penghubung di Amfoang akan didahulukan. Rencananya akan dibangun jembatan darurat bailey (rangka baja portabel) terlebih dahulu sambil menunggu pembangunan jembatan permanen. "Nanti dibangun mulai dari jembatan bailey dulu, untuk dipakai untuk darurat sambil menunggu pembangunan yang bersifat paten," ujar Laka Lena.
Menurutnya, seluruh ruas jalan yang rusak di Amfoang dan wilayah lain sudah diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dua jembatan (Kaplasi dan Termanu), prioritas juga masuk dalam usulan sejak tahun lalu melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD). "Jadi semoga kedatangan Pak Wapres kemarin itu bisa mempercepat proses pembangunan di Amfoang," jelasnya.
Sebelumnya, Gibran mengakui kerusakan dua jembatan di wilayah Amfoang, tergolong parah. Putusnya Jembatan Termanu dan Kapsali membuat sejumlah wilayah terisolasi, termasuk memaksa pelajar menyeberangi sungai untuk beraktivitas.
Momen itu terekam dalam video yang viral di media sosial saat Gibran meninjau langsung Jembatan Termanu dan Kapsali di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Jumat (22/5/2026).
"Bapak Ibu yang saya hormati, tadi sudah kita lihat dua jembatan yang rusak dan saya lihat ini kerusakannya cukup parah," ujar Gibran saat berdialog dengan warga dalam video tersebut, dikutip detikBali, Jumat.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik, Gibran menjelaskan kunjungannya ke Desa Manubelon sebenarnya tidak masuk agenda awal. Ia mengaku semula dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Rote Ndao.
Namun, setelah mendarat di Kupang, ia bertemu mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait kerusakan infrastruktur di wilayah Amfoang.
"Bapak ibu yang saya hormati, hari ini saya sebenarnya tidak ada jadwal ke Amfoang. Hari ini jadwal saya ke Pulau Rote, tetapi kemarin setelah mendarat di Kupang, saya bertemu dengan teman-teman mahasiswa ya, mereka menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur di Amfoang," tutur Gibran.
Gibran menilai kondisi Desa Manubelon masih memprihatinkan dan terisolasi akibat infrastruktur yang rusak. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi.
(hsa/iws)










































